The Beautifull Stardust [chapter.1]

Title    : The beautiful Stardust [Chapter.2]

Cast      :  1. Song Jihyuk
                   2. Song Rae Ki
                   3. Park Geonil
                   4. Park Jiyeon
Genre  : Romance, Chapter

Sumarry : Cinta. Bahasa yang sangat universal. Tidak mengenal budaya. Tidak mengenal Kasta. Song Rae ki gadis sederhana yang bersusah payah melupakan cinta masa lalunya. Namun usahanya sia-sia saat sang kekasih kembali ke hadapannya. Sejujurnya dia masih mengharapkannya. Tapi bagaimana jika sang kekasih ternyata kembali di saat hatinya mulai terbelah dua….
Hanya waktu yang akan menjawabnya…

cats

“Pelajaran matematika,aku benci sekali pelajaran ini,aku harap hari ini tuhan mengabulkan permintaanku,tuhan….aku mohon hari ini Im Ji Eun seongsaengnim berhalangan masuk,aku ingin hidup bebas sehari tanpa matematika,amin…”

aku menyatukan kedua tanganku di depan dadaku. sekilas aku menatap jam dinding kelas yang terpasang di atas pintu masuk. jam dinding itu sudah menunjukan pukul 07.15, tapi Ji Eun seongsaengnim tetap belum masuk ke dalam kelas.aku tersenyum.

“hah…baguslah,ternyata dia benar2 tidak masuk,tuhan memang adil,di saat aku lelah dan muak dengan matematika,tuhan mengabulkan keinginanku agar guru matematikaku tidak masuk,hah…sen….”

“selamat pagi semuanya,maaf saya terlambat,tadi saya ada sedikit urusan”

“nee seongsaengnim….”

seketika aku menghadap ke depan kelas dengan wajah sebal.

“permintaanku di tolak oleh tuhan”. ucapku lirih.

“anak2,pagi ini ada seseorang yang akan menjadi teman baru kalian.kau yang di luar,silahkan masuk”

seketika semua siswa namja di kelasku terdiam.sedangkan para siswa yeoja semuanya gaduh saat melihat namja itu. hanya aku satu2nya yeoja yang tidak mengeluarkan suara. aku terdiam saat melihat namja itu.bukan terdiam karena terpesona,tapi aku diam karena aku memang merasa tidak punya kata2 untuk ikut gaduh dengan para yeoja seisi kelas.

BRAKK!!

Ji Eun seongsaengnim memukul mejanya dengan keras agar para yeoja bisa diam.

“Tolong semuanya diam!!berikan kesempatan kepada dia untuk memperkenalkan diri!!”. seketika semua murid di dalam kelas terdiam saat Ji Eun seongsaengnim memberikan instruksi. “nah…silahkan perkenalkan dirimu kepada teman2 barumu”

“annyeong…naneun Song Jihyuk imnida,sebelumnya aku tinggal di perancis,tapi sebenarnya aku orang korea.tenang saja,bahasa koreaku lancar,jadi…berbicaralah denganku kapanpun kalian mau,senang berkenalan dengan kalian semua…”. ucapnya dengan tersenyum lebar dan melambaikan tangan dengan semangat.

“baiklah Jihyuk,ada 2 bangku kosong di belakang,kau boleh duduk di pojok kanan maupun kiri,terserah kau mau duduk dimana”

Jihyuk menoleh ke arah pojok kiri,tampaknya dia kurang suka saat melihat ekspresi para yeoja yang tampak sangat mengharapkan dia untuk duduk disana.

kemudian dia menoleh ke tempat duduk yang ada di pojok kanan.dan tempat duduk itu berada tepat di sampingku.jihyuk tersenyum lebar ke arahku.sedangkan aku hanya tersenyum tipis melihatnya.

“ya tuhan….kumohon kali ini kabulkan permintaanku,kumohon agar dia tidak duduk di sampingku,aku malas sekali beradaptasi dengan mahluk asing itu”

“seongsaengnim,aku mau duduk disana,boleh kan?”.ucap Jihyuk sambil menunjuk ke arah bangku yang ada di sampingku.

DEG!!

“2 permintaanku di tolak lagi oleh tuhan”

Jihyuk berjalan sambil tersenyum ramah. dia duduk di kursi yang ada di sampingku. aku meletakkan bolpoinku dan mengambil buku untuk menutupi wajahku.aku mengantisipasi seandainya tiba2 jihyuk mengajakku berbicara,maka aku pura2 konsentrasi terhadap bukuku dan tidak mendengar ataupun melihatnya.

“Annyeong chingu…boleh aku tahu namamu?”

“tepat seperti dugaanku,dia mengajakku berbicara”.batinku

“Ya!!apa kau mendengarku?”

aku melirik sekilas ke arahnya,dia tampak sedang kebingungan sambil menatapku.

“kau sedang apa?”.tanyanya lagi dengan wajah polosnya.”annyeong…”.dia berkata sangat lirih sambil mengetuk2 sampul luar buku yang ku pegang.

“apa kau tidak lihat aku sedang membaca??!!”

“wah…hebat sekali kau ini,aku saja sangat susah memahami matematika dengan buku yang di baca secara normal,tapi kau mampu memahami matematika dengan buku yang di baca terbalik,hebat!!”

seketika aku langsung menatap ke arah jihyuk.dia masih saja tersenyum lebar dengan kedua ibu jarinya yang terangkat di depanku. aku menutup bukuku dan segera meletakkannya.

“k…kau…kau menghinaku ya??!!”

“a..anniyo…aku tidak bermaksud menghinamu,aku benar2 kagum padamu,selama ini aku tidak pernah bertemu orang yang bisa membaca buku secara terbalik sepertimu”

“dia ini benar2 bodoh atau apa?”.ucapku dalam hati

“eh…bolehkah aku tahu siapa namamu?aku song jihyuk”.ucapnya sambil mengulurkan tangannya kepadaku.

lama sekali aku terdiam menatap uluran tangannya.

“ayo jabat tanganku,siapa namamu?”

perlahan aku mengulurkan tanganku dan menjabat uluran tangannya.

“aku…s…song rae ki”

“wuaaahh…margamu song?sama denganku,margaku juga song,akhirnya aku menemukan orang yang bermarga sama denganku,kau tahu?jarang sekali ada orng yang bermarga song,baiklah…saudaraku…ayo semangat!!waktunya matematika,saatnya bersenang2….”

“dia ini aneh sekali,seharusnya dia tidak perlu terlalu bersemangat seperti itu hanya karena matematika”.batinku

“eh?kenapa kau menatapku seperti itu?hahaha..pasti kau berfikir aku ini aneh sekali,aku memang aneh,aku ini selalu bersemangat sekali saat matematika”

“kenapa dia bisa membaca pikiranku?”.batinku lagi.

“hehehe…kenapa ekspresimu seperti itu?kau terkejut dengan kata2ku ya?tenang saja,aku tidak bisa membaca pikiran orang,jadi berfikirlah sesuka hatimu”

“dia benar2 tahu apa yang aku pikirkan,apakah dia ini seorang peramal?”.batinku lagi untuk yang kesekian kali.

“wuaaahh…kau benar2 berfikir aku ini peramal ya?a…aku bukan peramal…”.ucapnya dengan ekspresi wajah yang ketakutan.

“song jihyuk,kau ingin mengikuti pelajaranku atau tidak?”

tiba2 ji eun seongsaengnim berteriak dengan lantang dan menegur jihyuk.

“nee seongsaengnim,aku mau ikut”

“tapi kulihat sejak tadi kau hanya berbicara saja dengan teman sebangkumu,apa kau memperhatikan pelajaranku??!!”

“aku memperhatikan,ah…soal itu,seongsaengnim,aku mau mencoba mengerjakannya,tidak apa2 kan?”

belum sempat ji eun seongsaengnim mengijinkannya,tiba2 jihyuk berdiri dan berjalan ke depan kelas.dia mengambil spidol dan mulai mengerjakannya dengan sebuah senyum lebar yang selalu tersungging di bibirnya.

1 menit berlalu.jihyuk menutup spidolnya dan menyerahkannya kepada guru wanita itu.seketika semua siswa di dalam kelas itu dan ji eun seongsaengnim menatap papan tulis dengan wajah heran,tak terkecuali aku,bahkan ji eun seongsaengnim sampai melepas kacamatanya.

“seongsaengnim,jangan menatap jawabanku seperti tu,apa ada yang salah dengan jawabanku,baiklah,ijinkan aku memperbaikinya”

“bagaimana kau bisa menjawabnya?padahal aku belum menjelaskannya”

“aku melihatnya di buku sekilas,lalu aku mencoba untuk mengerjakannya,apa ini masih salah?”.tanyanya sambil menggaruk kepalanya.

“duduklah”

“nee…seongsaengnim”

jihyuk berjalan kembali ke tempat duduk yang ada di sampingku.sedangkan ji eun seongsaengnim berjalan menuju papan tulis lalu memberi tanda “centang” di jawaban jihyuk dan itu menandakan bahwa jawabannya benar.

HEBAT!!

 

@Library,pukul 10.30…

aku berjinjit di depan sebuah rak sekumpulan buku pengetahuan umum.aku menatap buku2 yang berjajar rapi itu.aku mendongakkan wajahku ke arah jajaran buku2 yang tertata rapi namun lebih tinggi dariku.

satu persatu kucari buku yang ku maksud.tentang einstein.aku sangat menyukai ilmuwan itu.tapi sayangnya sampai sekarang aku tidak berhasil menemukan orang yang mempunyai kegemaran yang sama sepertiku.mereka semua menganggap sejarah einstein hanyalah sejarah yang hanya perlu di baca tanpa perlu di kagumi.

aku terus berjinjit dan berjalan menyusuri rak2 teratas.sampai akhirnya…

“aaarrrggghhh…aduh…aduh..jariku patah…eomma…”

seketika aku langsung mengangkat kakiku dan menatap orang yang duduk di lantai itu.

“jihyuk??!!gwaenchana??”

aku langsung berjongkok di sampingnya dan memeriksa tangannya.jari kelingking dan jari manisnya sedikit lebih merah.mungkin karena terinjak kakiku tadi.

“mi…mianhe…aku tidak sengaja,gwaenchana?”

“arrgghh…g..gwaenchanayo”.jawabnya sambil mengibas2kan tangannya sambil sesekali meniupnya.

“apa tanganmu sangat sakit?”

“sedikit,huft…aku kira jari2ku sudah patah saat kau injak dengan sepatumu tadi”

“mianhe…aku benar2 tidak sengaja,aku tidak melihatmu disini tadi…”

“tentu saja kau tidak melihatku,sejak tadi kau hanya mendongak sedangkan aku duduk di bawah”

“lagipula itu juga salahmu,kenapa kau duduk disini?sedangkan disana masih banyak tempat duduk untuk membaca”

“Saat sedang membaca aku paling tidak suka di tempat yang ramai,otakku tidak bisa mencerna isi yang ada di dalam buku ini,memangnya kau sedang mencari buku apa?kelihatannya serius sekali?sampai2 kau tidak menyadari keberadaanku disini,padahal aku sangat tinggi dan tampan”

“aish…manusia ini!!percaya diri sekali dia”.batinku.

“ya!!jangan menatapku seperti itu,nee…arraseo,tapi sekarang bukanlah saat yang tepat untuk terpesona kepadaku,ayo katakan kepadaku,buku apa yang ingin kau ambil?”

jihyuk berdiri dari duduknya.namun aku tetap berjongkok di tempatku.jihyuk menoleh ke arahku dan menatapku yang masih berjongkok.

“rae ki…”

“buku yang bersampul coklat”

“oh…sejarah einstein,kau menyukai ilmuwan jenius itu?aku juga menyukainya”

jihyuk mengambil buku itu lalu kembali duduk di sampingku yang masih berjongkok.

“kenapa masih berjongkok?duduklah”

perlahan aku mengikuti kata2 jihyuk,aku duduk di sampingnya. lalu dia menyerahkan buku itu kepadaku.

“ini bukumu,kau tahu?jarang sekali sekarang ada orang yang masih menyukai einstein,apa yang kau suka dari dia?”

“em…kalau kau?”

“semuanya,kau tahu?aku sudah membaca buku sejarah einstein ini berkali2”

“jinjja?”

“nee,setahuku albert einstein adalah seorang ilmuwan terhebat di abad ke-20,dia di kagumi karena teori relativitasnya.namun dia lebih terkenal dengan hukum gaya berat einstein.einstein pernah mendapatkan nobel untuk ilmu fisika.einstein lahir tahun 1879 di kota Ulm,Jerman.kemudian dia masuk di universitas swiss dan menjadi warga negara swiss pada tahun 1900.kemudian pada tahun 1905 dia mendapat gelar doctor dari universitas zurich.lalu pada tahun 1913 dia di angkat sebagai mahaguru di universitas berlin.lalu tahun 1933 dia hijrah ke princeton,new jersey di amerika.einstein pernah menikah 2 kali.tapi di pernikahan pertamanya dia tidak mempunyai anak,kemudian dia menikah lagi dan di pernikahannya yang ke-2 dia mempunyai 2 orang putra .dan einstein meninggal dunia pada tahun 1955”.

aku terdiam dengan mulut ternganga sambil menatap jihyuk.aku benar2 tidak percaya dengan apa yang baru saja kudengar.bagaimana bisa dia yang terlihat bodoh itu ternyata tahu tentang einstein dan mampu menjawab soal matematika yang bahkan gurupun belum menjelaskannya.

“rae ki,kau kenapa??ya!!hah…kau terpesona akut kepadaku ya?ayo sadarlah…rae ki!!!”

“hah?nee?”

“kau tidak mendengarnya ya?”

“mendengar?apa?memangnya apa yang harus kudengar?”

“bel!!ini sudah saatnya masuk kelar”

“jinjja??kenapa kau tidak mengatakannya daritadi?aish…bahkan aku belum sempat membaca atau meminjam buku ini”

“mwo?ya…aku sudah melambai2kan tanganku di depan wajahmu sampai pergelangan tanganku hampir patah,hah…sekarang bukan saat yang tepat untuk bertengkar,ayo saudaraku,kita harus lari sebelum kita terlambat masuk ke dalam kelas”

jihyuk segera berdiri dari duduknya.dia mengambil buku sejarah einstein itu dari tanganku lalu meletakannya kembali di rak paling atas.

“tu…tunggu,aku belum meminjamnya”

“tidak ada waktu untuk meminjam,besok saja aku bawakan,aku punya banyak buku tentang sejarah einstein…khajja!!marga song harus bersemangat,kita lari!!”

aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.sejujurnya aku benar2 bingung dengan sikapnya yang sangat ceria,terlalu bersemangat,aneh dan suka melakukan sesuatu secara tiba2.

“rae ki,khajja!!”

“mwo?”

“aigoo…orang ini”

jihyuk langsung menarik tanganku dan mengajakku berlari keluar dari perpustakaan.karena langkah kaki kami yang membuat gaduh di perpustakaan,sontak petugas perpustakaan itu meneriaki kami.

“ya!!di larang berlari2 di perpustakaan!!”

“mianghanda,kami terburu2,besok siang aku akan kembali untuk menagih hukuman pertamaku,jangan lupa ya,annyeong…”.ucap jihyuk sambil melambai dengan semangat kepada petugas perpustakaan itu dan tersenyum lebar.

keesokan harinya,pukul 14.00….

Kring!!

bel panjang berdering 1 kali.hal itu menandakan jam pelajaran telah usai.aku segera mengemasi buku pelajaranku dengan malas.berbeda sekali dengan jihyuk yang terlihat sangat bersemangat.

“rae ki.ayo semangat,ini moment yang sangat penting,jadi kau harus tersenyum…”

“hanya orang bodoh yang akan tersenyum bahagia saat menerima hukuman,aaahhh…dasar bodoh!!kenapa tadi siang kau kembali ke perpustakaan untuk minta di hukum??!!andai saja kau tidak kembali untuk melaporkan kejadian kemarin,sudah pasti aku akan pulang dengan tenang tanpa harus membuang2 tenagaku untuk melaksanakan hukuman itu!!”

“hah…tidak apa2,hukuman itu memang salah 1 hal yang memang wajib di alami oleh setiap siswa…”

“dasar orang gila!!”

“khajja!!semangat…semangat…ini adalah hukuman pertamaku…”

jihyuk berdiri dan berjalan keluar dari dalam kelas sambil membawa tas ransel yang ada di punggungnya.aku menatapnya sekilas dengan tatapan sebal.lalu aku berdiri dan berjalan dengan malas sambil menyeret tasku.walaupun malas.tapi akhirnya aku mengikuti jihyuk yang sudah berjalan menuju toilet.ya,itulah hukuman kami,membersihkan toilet namja yang terletak di lantai 2 gedung sekolah kami.

 

@Toilet Namja

aku membersihkan lantai kamar mandi itu dengan wajah masam.sedangkan jihyuk,entah kenapa,aku benar2 tidak tahu apa hal yang bisa membuatnya sangat bersemangat seperti itu.dia mengepel lantai.menggosok bidet.membersihkan kaca dan lain2.dari bibirnya sesekali terdengar suara nyanyian dan juga siulan2 kecil.

“hush…hush…minggir.angkat kakimu,aku mau mengepel”.ucap jihyuk.

dan tanpa banyak bicara lagi aku langsung mengangkat kakiku dan berpindah posisi.kemudian aku melanjutkan mengepel di bagian pojok dengan malas.tapi tiba2…

“minggir2…aku mau mengepel…”

“ya!!kau ini,apa kau tidak bisa mengepel di tempat lain?kenapa daritadi kau mengangguku?”

“em…kau keluar saja,biarkan aku yang mengerjakan semuanya…”

“mwo?”

“aku mohon…”.ucap jihyuk dengan wajah memelas.

“kau ini benar2 aneh…”

“ayolah saudaraku…”.sekali lagi jihyuk memohon sambil menggenggam tangan kananku dengan kedua tanganku.

“aish…arraseo2…tanpa kau memohon seperti itu aku juga akan dengan senang hati keluar dari toilet ini,bersihkan saja semuanya.aku mau pulang…”

“gomawo chingu…gomawo…hati2 di jalan,annyeong…”

aku melirik sekilas kepada jihyuk.dia sedang melambai kepadaku.

“rae ki,jangan lupa datang ke rumahku besok pagi.besok kan minggu,jadi kau harus datang,aku sudah memberikan alamat dan nomor telephoneku kan?”

“haaaahh…arraseo,kau sudah mengingatkanku lebih dari 5 kali dalam sehari ini”

“hehehe…mianhe,aku hanya terlalu bersemangat karena aku bisa mendapatkan teman baru sepertimu”

“dan bahkan akupun tidak tahu kenapa aku bisa berteman denganmu”

aku berjalan meninggalkan jihyuk yang masih tersenyum memandangku sambil memegang 2 alat pel yang ada di tangan kanan dan tangan kirinya.

“dia benar2 aneh,apa dia tidak sakit hati mendengar kata2ku tadi??aku bingung,kenapa aku bisa berteman dengannya ya?aish..dia bukan temanku!!andai saja bukan karena buku einstein,aku pasti tidak akan datang ke rumah orang aneh itu”.ucapku dalam hati.

 

Minggu,Pukul 09.00@Front of Jihyuk’s Home

aku berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah yang memiliki gerbang bercat putih.

“hah…apa benar ini rumah jihyuk?jangan2 aku salah alamat,bukannya kemarin dia bilang ada rumah kecil di alamat ini?kenapa yang aku lihat sekarang adalah miniatur istana?hem…lebih baik aku pulang saja,persetan dengan buku sejarah einstein”

JGLEKK!!!

“agasshi,anda mencari siapa?”

tiba2 pintu gerbang putih itu terbuka.tampak seorang laki2 tua yang muncul dari balik pintu gerbang itu.

“em…ahjusshi,alamat ini benar ada disini kan?”.tanyaku sambil menyodorkan alamat yang di berikan jihyuk kemarin.

“nee,anda benar”

“apa…..ada rumah kecil disini?”

paman itu menoleh ke belakang lalu menatapku sambil mengernyitkan dahinya.lalu dia tertawa kecil saat menatapku lagi

“a…ahjusshi,apa kata2ku ada yang lucu?”

“hanya rumah anjing itu yang terlihat palimg kecil disini,bahkan akupun masih bisa tidur di dalam rumah anjing itu”

“aku benar2 bingung apa maksud orang ini…lagipula siapa yang mau bertemu dengan anjing?memangnya ada anjing yang bernama jihyuk?aish…jangan2 aku di bohongi oleh manusia aneh itu,atau…jangan2 dia pembantu di rumah ini”.batinku

“agasshi…”

“nee?”

“anda ingin bertemu dengan siapa?”

“apa….dirumah ini ada…orang yang bernama song jihyuk?”

“oh…maksud anda tuan muda song?”

“TU…..TUAN MUDA???”

“nee,dia anak pemilik rumah ini”

“MWO???”

“kenapa anda terkejut?masuklah,duduklah disitu,aku akan menelephone tuan muda untuk memberitahu bahwa anda mencarinya”

aku mengangguk dan membungkuk kecil di hadapan paman itu setelah dia mempersilahkanku masuk ke halaman rumah itu.aku benar2 tidak percaya dengan apa yang aku lihat.rumah itu begitu besar dan bagus.halamannya sangat luas dan bersih.rumah dengan 3 lantai itu terlihat sangat sempurna.

paman itu masuk ke dalam ruangan security.dari kaca tembus pandang itu aku bisa melihat bahwa dia sedang menelephone seseorang.setelah beberapa menit berlalu paman itu kembali menghampiriku.tapi belum sempat paman itu berkata apa2 tiba2 ada suara teriakan yang memanggil namaku.walaupun orang itu berteriak tapi tetap saja suaranya terdengar sangat pelan karena halaman itu sangat luas.

“RAE KI….ANNYEONG….”

aku menatap ke arah rumah itu.di sebuah jendela di lantai 3 tampak seseorang yang sedang melambaikan tangannya.aku membalas lambaiannya dengan pelan sambil tersenyum kecil.

“tunggu aku disana….aku akan menjemputmu….”

orang itu kembali berteriak kemudian menghilang dari jendela itu.

“ahjusshi,apa jihyuk selalu ceria dan semangat seperti itu?”

“nee agasshi,sejak kecil tuan muda song adalah orang yang selalu semangat dan ceria walaupun dia jarang di perhatikan oleh kedua orang tuanya”

“memangnya kedua orang tuanya kemana?”

“tuan song jin goo dan nyonya song han byul jarang ada di rumah,mereka sibuk mengurusi bisnis mereka”

“lalu….apa dia tidak punya saudara atau teman?”

“dia itu anak tunggal,sedangkan teman dekat tuan muda song sudah pindah ke jerman sekitar 1 minggu yang lalu,makanya setelah temanya pindah dia juga minta untuk pindah sekolah”

“jadi setiap hari dia hanya sendirian di rumah yang sebesar ini?”

“tentu saja tidak,disini banyak sekali pelayan yang selalu menemaninya dan juga ada park ji yeon agasshi”

“park ji yeon?”

“nee,dia…”

“rae ki….kau sudah lama menungguku?”

belum sempat paman itu melanjutkan kata2nya tiba2 jihyuk datang dengan nafasnya yang memburu.banyak sekali keringat yang keluar dari wajah dan tubuhnya

“khajja!!kita masuk ke dalam”

“ke rumah itu?”.ucapku sambil menunjuk rumah jihyuk

“tentu saja…memang mau kemana lagi?ahjusshi..aku pinjam sepedanya ya?aku lelah kalau harus berjalan kesana lagi”

“silahkan tuan muda…”

“sudah kubilang jangan panggil aku tuan muda,panggil aku jihyuk saja,memangnya sejak kapan namaku yang sangat indah itu berubah menjadi tuan muda?”

jihyuk mengambil sebuah sepeda gayung yang bersandar di dinding bangunan ruang security itu lalu naik ke atasnya

“rae ki,aku akan memboncengmu”

Aku berdiri dan berjalan menghampiri jihyuk yang sudah ada di atas sepedanya dan dengan ragu2 aku duduk di atas boncengannya.

“pegangan”

“ti…tidak mau…”

“hah…pegang pinggangku….”

jihyuk menarik tangan kiriku dan melingkarkannya di pinggangnya.dan anehnya aku menurut saja tanpa menolak sedikitpun

jihyuk mulai mengayuh sepedanya perlahan menyusuri jalanan berpaving itu menuju rumahnya

“jihyuk”

“hem?”

“kau bilang kau baru pindah dari perancis,dan ahjusshi itu tadi bilang kau pindah sekolah karena teman dekatmu pindah ke jerman,memangnya temanmu itu orang perancis?”

“maksudmu geonil?dia sahabatku sejak aku kecil,sejak umur 6 tahun kami sudah berteman,lalu sewaktu SMP kami bersekolah ke perancis,tapi….1 minggu yang lalu orang tua geonil mengajak geonil pindah ke jerman,maka dari itu aku kembali ke korea….”.ucap jihyuk lirih

dari nada bicaranya jelas sekali terlihat bahwa dia sedang sedih.mungkin dia merindukan orang yang bernama geonil itu.

“sudahlah…jangan sedih,suatu saat geonil pasti juga akan mengunjungimu,dia pasti juga merindukannu”

“hehehe…itu pasti,dia sahabatku,jadi sudah pasti dia akan merindukanku…”

setelah itu kami berdua kembali terdiam sampai akhirnya kami sampai di depan rumah jihyuk.saat kami tiba ada seorang laki2 paruh baya yang mendekati kami.laki2 itu membungkuk sekejap kepada jihyuk.

“ahjusshi,sudah kubilang tidak usah terlalu sering membungkuk di hadapanku,bisa2 kau menderita bungkuk dini karena terkena osteoporosis,lagipula aku kan belum tu jadi tidak perlu seperti itu,yang membayarmu kan orang tuaku,bukannya aku,oh iya….kenalkan,ini temanku,namanya rae ki,song rae ki,namanya bagus kan?marganya sama denganku”

paman itu mengulurkan tangannya dengan canggung kepadaku.dan akupun juga menyambut uluran tangan itu sambil melirik sekilas kepada jihyuk yang terlihat sedang tersunyum dengan bangga.

“ayo rae ki,kita masuk,ahjusshi,tolong kembalikan sepeda ini ke paman yang ada di pos security itu ya,tadi aku meminjamnya,kamsahamnida…”.ucap jihyuk sambil membungkukan badannya”

“Dasar gila,yang majikan siapa,yang pelayan siapa…tapi kenapa malah dia yang membungkuk kepada pelayan itu?”.batinku.

jihyuk menarik tangan kananku dan mengajakku masuk ke dalam rumahnya yang seperti miniatur istana aladin itu.sejak tadi yang kulihat hanyalah para pelayan yang kelihatannya sedang sibuk mengerjakan tugas2nya dan setiap melihat jihyuk mereka selalu membungkukan badan,dan begitu sebaliknya,jihyuk juga balas membungkukan badan kepada para pelayan2 itu.dan hal itu menciptakan sebuah pemandangan yang sangat aneh bagiku.

dia terus menggenggam tanganku dan terus menaiki satu persatu anak tangga.sampai akhirnya kami tiba di sebuah ruangan.jihyuk membuka pintu ruangan itu.seketika aku membelalakan mata menatap isi di dalam ruangan itu.

“a…aigoo….i…ini…”

“ini semua koleksiku,ayo masuk,silahkan…kau bebas membaca atau meminjamnya,kau mintapun juga tidak apa2….”

aku tak menanggapi kata2 jihyuk.aku masuk ke dalam ruangan yang berisi penuh dengan buku2 itu.aku mulai bingung memilih2 buku2 itu.sedangkan jihyuk hanya mengikutiku dari belakang.tapi aku berhenti mencari2 buku saat ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan itu.

“oppa….”

seketika aku dan jihyuk langsung menoleh ke arah pintu.

“ji yeon?ada apa?aku disini…”

“siapa dia?”.tanya gadis itu sambil berjalan ke arah kami.

“aku…namaku rae ki”

“nee ji yeon,dia teman baruku di sekolah baruku,namanya song rae ki,marganya sama denganku,hehe…”

kemudian gadis itu mengulurkan tangannya kepadaku dengan tatapan yang sangat dingin.

“aku song ji yeon,calon istri ji hyuk oppa”

“mwo?”.aku langsung membelalakan mata saat mendengarnya.

“aish…ji yeon,jangan berbicara yang tidak2,jangan seenaknya mengganti namamu,aku bisa di hajar geonil,rae ki…jangan percaya,adikku ini memang suka bercanda,namanya park ji yeon,dia adik kandung geonil,sahabatku yang aku ceritakan tadi,nah…ji yeon ini sudah aku anggap seperti adikku sendiri karena sejak kecil setiap orang tuanya pergi ke luar negeri dia selalu tinggal disini,karena keluarga kami bersahabat”

“Oh….”

aku hanya mengangguk mendengar penjelasan dari jihyuk.ji yeon menatapku sekilas lalu berbalik dan pergi meninggalkan kami berdua.

“jihyuk,sepertinya adikmu tidak suka padaku”

“annya,dia memang begitu,dia orangnya memang sedikit pendiam,berbeda sekali dengan geonil yang sangat cerewet”

aku kembali menatap rak2 buku itu dan memilih buku2 yang berjejer rapi

“bolehkan aku meminjam ini?”

“code of davinchi?ambil saja,itu untukmu”

“anni,aku akan mengembalikannya”

“bawa saja,di rak yang di sebelah sana aku masih punya 3”

aku lagi2 membelalakan mataku mendengarnya.bagaimana bisa dia punya 4 buku code of davinchi padahal buku itu sangat mahal dan susah untuk di dapatkan.rumah jihyuk dan song jihyuk,dua hal itu benar2 membuatku selalu terkejut.

“aku tahu kau kaya,tapi aku tidak berminat untuk berteman dengan kekayaanmu”

“aku tidak sedang menyuapmu,apa salahnya jika aku memberikan milikku kepada temanku?”

“apa kau pikir aku mau berteman denganmu??!!”

“em…sepertinya iya”

“kau ini memang pintar dalam pelajaran,tapi kau bodoh dalam menilai orang”

“untuk sekarang kau mungkin memang belum mau menjadi temanku,tapi aku yakin suatu saat kau pasti akan benar2 menerimaku sebagai sahabatmu”

“percaya diri sekali kau ini”

“percaya diri memang sangat di butuhkan dalam kehidupan agar manusia bisa merasa setara dengan yang lainnya,sedangkan kepercayaan adalah komponen penting yang sangat di perlukan dalam sebuah persahabatan”

DEG!!

Skak match!!

aku tak mampu berkutik lagi.

“sahabat?”.ucap jihyuk sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

dan dengan ragu akhirnya aku mengangkat tanganku dan mengkaitkan jari kelingkingku dengan jari kelingking jihyuk.dan jihyuk menyambut persahabatan itu dengan senyuman.

“sahabat”.kataku mantab.

 

To Be Continue…

Advertisements

7 thoughts on “The Beautifull Stardust [chapter.1]

  1. 1st …?
    alurnya sedang.. lumayan detail penggambaran tokohnya and ceritanya menarik…! #ngomong opo…?
    sementara komenku itu dulu. next part… let’s go

  2. raeki pasti kaget banget dgn sikap Ji Hyuk yg akrab dan ramah lsg dgn dirinya.. jangan2 nanti mrk slg jatuh cinta ya..

  3. bingung mau coment apa sebenarnya XD eonnie .. itu Jihyuk suka sama Rae Ki ? ‘-‘ si Jihyuk orangnya aneh .-.v

  4. Ceritanya menarik.Alurnya pas,dan bahasanya jg enak untuk dibaca.Krn part awal,jd konfliknya blm berasa.
    Koreksi dan saran dikit Thor.^^
    Gunakan huruf besar untuk menulis di awal kalimat,nama orang,dan nama tempat.
    Misal :
    jihyuk harusnya Jihyuk/Ji Hyuk.
    tuhan harusnya Tuhan,dsb.
    Jangan lupa gunakan tanda baca di akhir kalimat dan di akhir percakapan sebelum tanda petik (“).
    Keep writing and fighting!!!!!!^_^

What Do You Think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s