The Beautiful Stardust [chapter.3]

Title    : The beautiful Stardust [Chapter.3]

Cast      :  1. Song Jihyuk
                   2. Song Rae Ki
                   3. Park Geonil
                   4. Park Jiyeon
Genre  : Romance, Chapter

Sumarry : Cinta. Bahasa yang sangat universal. Tidak mengenal budaya. Tidak mengenal Kasta. Song Rae ki gadis sederhana yang bersusah payah melupakan cinta masa lalunya. Namun usahanya sia-sia saat sang kekasih kembali ke hadapannya. Sejujurnya dia masih mengharapkannya. Tapi bagaimana jika sang kekasih ternyata kembali di saat hatinya mulai terbelah dua….
Hanya waktu yang akan menjawabnya…

cats

@Jihyuk’s home

“kemana saja kau beberapa hari ini?”

“apa maksud eomma?”

“kau pikir eomma tidak tahu?beberapa hari ini kau pulang sore, bahkan larut malam, pergi kemana saja kau?”

“aku hanya pergi ke rumah teman”

‘teman?teman yang mana?aku rasa satu2nya temanmu sudah pindah ke jerman”

“apa eomma pikir temanku hanya satu?”

“sudah, eomma tidak mau dengar lagi, aku harap kau tidak mengulanginya lagi”

‘apa maksud eomma?”

“maksud eomma?kau msih tidak paham?eomma tidak peduli siapapun temanmu, jauhi dia,jangan pulang terlambat lagi, kembalilah jadi anak baik seperti dulu, jagalah kehormatanmu sendiri jihyuk, ingat, kau ini song jihyuk, satu2nya pewris perusahaan HanKangNam. jadi bersikaplah layaknya orang kalangan atas!!”

“tapi aku tidak suka hidup seperti ini eomma. aku muak dan lelah mengikuti semua permintaan dan peraturan eomma, aku benar2 lelah menjadi anak baik2!!”

“JIHYUK!!”

“APA??!!berteriaklah sekeras mungkin eomma, itu tidak akan memepengaruhi apapun, temanku adalah kehidupanku, eomma tidak berhak mengaturku|”

“tidak berhak??!!kau bilang eomma tidak berhak?siapa yang melahirkanmu dan membesarkanmu sampai kau seperti ini??”

“tapi eomma tidak menyayangiku, eomma tidak memperhatikanku!!”

“apa yang kau katakan?bagaimana bisa kau menuduh eomma tidak menyayangimu?sedangkan kau bisa tumbuh sampai sebesar ini??!!”

‘tapi aku kekurangan eomma!!”

“berapa kekuranganmu?berapapun yang kau minta akan eomma berikan kepadamu!!tapi jauhi temanmu yang menyesatkan itu,sekarang sebutkan berapa yang kau minta?”

“aku kekurangan kasih sayang eomma!!bisakah eomma memberikannya kepadaku?”

‘apa kau bilang?”

“sudah kuduga eomma tidak akan bisa menambahkan jumlah kasih sayang yang eomma berikan kepadaku, aku tidak butuh uangmu, aku tidak butuh rumahmu, aku tidak butuh jabatan di perusahaan ataupun limpahan warisan darimu eomma, bahkan aku tidak peduli jika eomma membuangku, tapi yang jelas aku tidak akan menjauhi temanku!!”

jihuk langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menjauhi ibunya. dia masih bisa mendengar teriakan ibunya yang memangil namanya saat dia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya di lantai 3. tapi dia tetap tidak mendengarkan panggilan ibunya itu.

“Jihyuk!!jihyuk!!berhenti!!eomma bilang berhenti!!kalau kau tidak mau mendengarkan eomma maka eomma akan melakukan apa saja untuk menjauhkanmu dari temanmu itu!!”

jihyuk berhenti tepat di anak tangga teratas.tapi dia tetap tidak menoleh ke arah ibunya.

“eomma tidak akan bisa melakukan itu kepadaku,tapi seandainya eomma tega,itu terserah,lakukan sesukamu,jauhkan dia dariku semampumu,tapi sampai kapanpun aku tidak akan menjauhinya,karena hanya dari dia dan keluarganyalah aku bisa merasakan seperti apa hangatnya sebuah keluarga”

ibunya jihyuk hanya terdiam mendengarkan perkataan anaknya.sedangkan jihyuk melanjutkan berjalan menuju kamarnya di lantai 3

1 minggu kemudian…

pagi ini aku berdiri di pintu gerbang sekolahku.aku sengaja menunggu jihyuk untuk masuk kelas bersama. entah kenapa rasanya pagi ini aku ingin sekali bertemu dengannya

5 menit kemudian di kejauhan terlihat ada sebuah mercedez benz hitam mengkilat yang berjalan menuju ke arah gerbang sekolah.dan aku yakin,itu adalah mobil milik jihyuk.

aku tersenyum sekilas ke arah mobil itu.beberapa detik kemudian mobil itu berhenti di hadapanku.lalu jihyuk keluar dari dalam mobil itu.dan seperti biasa senyum lebar itu selalu terkembang di bibirnya.tapi entah kenapa hari ini rasanya ada yang berbeda dari senyumannya.setelah jihyuk keluar dari dalam mobil tiba2 seseorang juga keluar dari dalam mobil mercedez itu.

“jiyeon?kau….”

“mulai hari ini dia masuk ke sekolah ini.” ucap jihyuk sambil berjalan mendekat ke arahku.tapi aku benar2 merasa aneh dengannya

“ada apa dengannya?aku benar2 tidak bisa mengetahui apa maksudnya.bahkan aku tidak bisa membaca ekspresi di wajahnya”.ucapku dalam hati

“annyeong dongsaeng”.sapaku kepada jiyeon sambil tersenyum ke arahnya saat dia berdiri di belakang jihyuk

“ayo rae ki,kita masuk ke dalam kelas,sepertinya sebentar lagi bel masuk akan berbunyi”

“ya!!jihyuk,kau masuk ke dalam kelas sendirian dan membiarkan adikmu mencari kelas barunya seorang diri?”

“aku sudah memberitahu letak kelasnya tadi saat kami di mobil,jadi aku pikir dia akan bisa dengan mudah menemukannya,khajja!!”

jihyuk berjalan lebih dulu meninggalkan aku dan jiyeon di depan pintu gerbang sekolah.aku melirik ke arah jiyeon,di matanya terlihat bahwa dia tampak ingin mengatakan “aku menginginkan sesuatu darimu”

“annyeong,kau masih mengingatku?aku temannya jihyuk yang beberapa waktu lalu datang kerumahnya,aku pikir kau juga sudah tahu nam…”

“hentikan,jangan bersikap seolah2 kau temanku,jangan berfikiran untuk mendekatiku karena sejak awal aku sama sekali tidak menyukaimu”

“o…oh…arraseo,em…aku hanya ingin membantumu dongsaeng,aku hanya tidak ingin kau…”

“dan tolong berhenti memanggilku dongsaeng,kau bukanlah kakakku,jangankan menjadi adikmu,berpura2 menjadi temanmu saja aku malas”

“aku tidak memintamu untuk menjadi temanku nona park jiyeon,aku baik padamu semata2 karena kau adik sahabatku”

“aku peringatkan kepadamu song rae ki,aku bukan adik jihyuk,asal kau tahu,dia adalah calon suamiku,jadi jangan pernah mendekatinya dan berharap dia akan punya perasaan lebih kepadamu”

“apa maksudmu?”

“dasar tidak berpendidikan,otakmu itu sangat lambat sehingga kau tidak bisa memahami kata2ku,kau tidak akan bisa mendapatkan jihyuk walau sampai kau mati,kau tidak setara dengannya,jihyuk adalah orang kalangan atas yang sangat terhormat,sedangkan kau?kau hanya golongan bawah,kalangan bawah itu lebih mirip gelandangan,kalian sampah”

“tutup mulutmu!!”

“kenapa aku harus menutup mulut?kau takut kedokmu terbongkar?”

“kau!!”

“aku tidak punya waktu untuk berbicara lebih lama denganmu,tapi kuperingatkan kau sekali lagi,jauhi calon suamiku!!”

kemudian tanpa berkata apa2 lagi akhirnya jiyeon berjalan pergi meninggalkanku yang masih diam mematung di depan gerbang sekolahku.aku mengatur nafasku.emosiku benar2 serasa ada di puncak.tapi aku berusaha menahannya

“dia!!gadis itu…dia benar2 setan sialaaaannn….”.teriaku tanpa terkontrol.aku tidak peduli walaupun murid2 lain menatapku dengan tatapan anehnya

1 minggu kemudian @incheon airport

“untung saja hari ini hari minggu,kalau tidak aku sudah pasti tidak akan mau menemani orang aneh ini!!”.gumamku

tapi seakan jihyuk tidak mendengar kata2ku itu.dia tetap semangat sekali berdiri sambil mengangkat papan nama “park geonil” di atas kepalanya

“jihyuk,apa kau tidak lelah?”

“anni”

“aku lelah,kita sudah berdiri disini selama 1 jam lebih,kakiku serasa mau patah,kau ini kan orang kaya,pelayanmu banyak,kenapa kau tidak menyuruh salah 1 pelayanmu untuk menjemput temanmu itu?”

“dia kan temanku,ah aukan,dia kan sahabatku,bukan sahabat pelayanku,jadi harus aku sendiri yang menjemputnya.dia sudah jauh2 datang dari jerman untuk menemuiku,jadi aku harus menjemputnya di bandara”

“haahh…arraseo…arraseo…”.jawabku dengan malas sambil menyandarkan tubuhku kepada jihyuk yang masih berdiri tegak.

5 menit.10 menit.15 menit,akhirnya…

“aaahhh…rae ki,berdiri yang tegak,itu geonil”

aku langsung berdiri tegak dengan sempoyongan saat tiba2 jihyuk terlonjak.

“Apa?mana?mana temanmu?”.tanyaku dengan bingung.kepalaku masih bergerak kekanan dan ke kiri mencari2 sosok seorang geonil.dan mataku langsung mengikuti arah tangan jihyuk saat sahabatku itu menunjuk ke arah seseorang.

deg!!

seketika mulutku terkunci rapat.aku terus menatap sosok jangkung yang di tunjuk oleh jihyuk.dadaku terasa sesak.aku benar2 tidak bisa mengalihkan tatapanku dari orang itu.

“GEONIIIIIILLLLLL…..”.teriak jihyuk sambil melompat2 dan melambaikan tangannya

orang yang di panggil geonil itu menoleh ke arah kami.dia tersenyum sekilas sambil melambaikan tangannya juga,kemtdian dia berjalan mendekati kami.aku segera menundukan wajahku begitu geonil mendekat

“geonil!!”

“hai kawan”

aku sedikit mengangkat wajahku.kulihat mereka berdua berpelukan sangat rapat.aku kembali menunduk.tersungging sebuah senyum kecil mereka saat mereka berpelukan.

“oh ya geonil,kenalkan,ini rae ki,song rae ki,dia sahabatku di sekolahku yang baru”.ucap jihyuk sambil memaksaku mendekat ke arah mereka.

aku tidak bisa menghindar lagi.aku berjalan mendekat ke arah mdpdqeka begitu jihyuk menarik tanganku.namun aku masih menundukan wajahku.

“ya!!angkat wajahmu,kau kenapa?rae ki!!hah…apa kau malu kepada geonil?tenang saja dia orang yang baik”

geonil tersenyum lagi.kemudia dia mendekatkan wjahnya tepat di depan wajahku dengan senyumannya yang menurutku sangat misterius.aku sedikit melirik ke arah geonil yang masih tersenyum misterius di depan wajahku.

“kau tidak perlu malu padaku nona,kenalkan,park geonil imnida”.ucapnya sambil mengulurkan tangannya padaku

“ya!!angkat wajahmu rae ki…”.ucap jihyuk.

“haaahh…”.aku menghela nafas panjang kemudian memantapkan hati untuk mengangkat kepalaku dan memandang wajah geonil dengan tersenyum walau terlihat sedikit terpaksa.

“nah…begitu,itu lebih baik,inilah sahabatku yang dulu sering kuceritakan kepadamu,dia tampan kan?sama tampannya denganku”.ucap jihyuk lagi sambil merangkul pundak geonil.

kulihat mereka berdua saling tersenyum dan akupun ikut tersenyum

“oh god,aku merasakannya lagi”.batinku

 

@My Bedroom,pukul 19.00

drrtt..drrtt…

aku menoleh ke arah handphoneku yang tergeletak di atas kasur.ada sebuah telephone masuk.aku mengacuhkannya,karena saat kulihat tadi nomor yang masuk itu tidak aku kenal.aku meneruskan kegiatanku tadi,mengeringkan rambutku dengan handuk.

drrtt…drrttt…

nomor tidak ku kenal itu mencoba menelephoneku lagi.dengan malas aku meraih telephoneku dan mengangkatnya.

“yeoboseyo”

“phobos”

“mwo?”

“bisakah kau bertemu denganku sekarang?aku merindukanmu phobos….aku akan menunggumu di mars”

tut…tut…tut…

telephone itu di tutup

“deimos”.ucapku lirih

@banpao bridge

setelah turun dari taxi aku segera berlari menuju jembatan banpao.jembatan air mancur yang merupakan tempat paling bersejarah bagiku

dengan nafas terengah aku segera mendekati sosok seseorang yang sejak tadi berdiri menatap ke arah sungai.kuberanikan diri untuk mendekatinya.udara seoul yang dingin membuat nafasku seperti uap yang panas.aku terus melangkah perlahan ke arahnya.mataku terasa panas.aku ingin menangis.dadaku terasa sesak.namun itu tidak menyurutkan niatku untuk menghampirinya.orang itu.deimos,dia adalah orang yang sangat kucintai,bahkan sampai detik ini.

orang yang kusebut deimos itu,kini dia sedang menghadap ke arah sungai banpao yang sangat luas,dia memejamkan mata sambil tersenyum lembut seakan dia sedang merasakan udara seoul di malam yang sangat dingin ini.

kuteruskan langkahku kepadanya.kemudian kusentuh punggungnya.

“geonil”

orang itu membuka matanya lalu menatapku dengan tatapan sayunya.sedetik kemudian dia langsung memelukku dengan sangat erat.seakan ingin melepaskan kerinduan kami selama ini

“rae ki,kau tahu?aku sangat merindukanmu,maafkan aku”.ucapnya sambil memelukku lebih erat

@side of banpao river

aku dan geonil duduk berdua di tepi sungai banpao.yah…bagi kami banpao adalah mars kami.tempat pertama kali kami bertemu sekitar 2 tahun yang lalu.phobos dan deimos.itu adalah sebutan untuk kami.

mars.sebutan lain dari nama dewa perang ares.sedangkan phobos dan deimos.dua pengawal dewa ares yang sangat setia dan saling menyayangi.maka dari itu,tempat pertama kali kami bertemu,kami sebut sebagai mars.karena kami telah berjanji untuk saling menyayangi dan mencintai layaknya phobos dan deimos

aku merapatkan jaket tebalku sambil sesekali menghirup kopi panas yang kubeli tadi.aku duduk bersebelahan dengan geonil di tepi sungai.namun tak ada satu katapun yang terucap sampai akhirnya kuberanikan diriku untuk bertanya lebih dulu kepadanya.

“bagaimana kabarmu?”.tanyaku mengawali

“lebih buruk tanpamu”.jawabnya singkat

“apa seburuk itu”

“mungkin jauh lebih buruk dari bayanganmu”

“jangan bercanda dan berbelit2”

“apakah wajahku kurang serius?rae ki,dengarkan aku…apa kau berfikir aku tidak serius dengan semua kata2ku 2 tahun lalu?”

“haha…bagaimana bisa aku menganggap kata2mu itu serius?sedangkan kita hanya bertemu 3 kali dan kau bilang kau menyukaiku dan langsung memintaku menjadi kekasihmu”

“Tapi waktu itu kau menerimaku kan?”

“aku menerimamu karena kupikir kau tidak lama di seoul,kau bilang padaku kau hanya liburan selama 1 bulan di seoul,maka dari itu aku menerimamu”

“jadi dengan kata lain kau membohongiku?kau menerimaku dengan terpaksa hanya untuk bersenang2 denganku dan menjadikanku mainanmu?”

“bukan seperti itu”

“bukan seperti itu?lalu?”

“aku….”

“kalau maksudmu bukan ingin mempermainkanku,maka jujurlah kalau kau memang mencintaiku,aku masih bisa mengingat tatapan mata bahagiamu saat kau mengatakan bahwa kau juga mencintaiku”

“geonil,tapi semua itu terdengar sangat tidak masuk akal,bahkan anak usia 7 tahunpun akan menertawakanmu jika kau bilang kau menyatakan cinta kepadaku di pertemuan kita yang ke empat”

“hei…kau percaya pada cinta pada pandangan pertama?”

“tidak”

“tapi aku mendengar hatimu berbisik di telingaku dan berkata iya”

“TIDAK!!”

“jika memang jawabannya adalah tidak,lalu apa alasanmu marah kepadaku saat aku meninggalkanmu 2 tahun lalu?”

deg!!

itulah geonil.orang yang sangat santai namun semua jawaban diplomatisnya selalu mampu membuat bibirku terkunci rapat

“kenapa kau diam?masih tidak tahu jawaban palsu apa yang akan kau berikan kepadaku?”

aku terdiam namun kedua mataku masih menatap lurus ke arah kedua matanya.perlahan air mataku menetes.rasanya sedikit hangat di pipiku.

sontak geonil melempar kaleng minumannya begitu saja dan langsung menarikku ke dalam pelukannya.rasanya hangat sekali berada di dalam dekapannya seperti itu.

“jangan menangis”

“aku merindukanmu bodoh,seenaknya saja kau meninggalkanku,aku ingin sekali membunuhmu sekarang”

“bunuh aku….bunuh aku jika itu bisa membuatmu lebih baik”

aku memeluk tubuhnya lebih erat.melepaskan rinduku selama 2 tahun.

“kenapa kau kurus sekali deimos?”

“itu salah 1 bukti bahwa aku serius dengan semua kata2ku,aku benar2 merindukanmu sampai aku mau mati”

“kalau begitu jangan tinggalkan aku lagi”

“arraseo”

 

@Jihyuk Home,pukul 06.00

“bagaimana sekolahmu sayang?”.tanya ibunya kepada jihyuk saat mereka sedang sarapan bersama

“lebih buruk saat eomma menyuruh jiyeon masuk ke sekolah yang sama denganku”

“JIHYUK!!JAGA BICARAMU!!”

“apa yang perlu kujaga?aku hanya berusaha jujur eomma”

“eomma tidak suka kata2mu,lebih baik sekarang panggil jiyeon di kamarnya,ajak dia berangkat ke sekolah”

“aku tidak mau berangkat dengannya”

“jihyuk!!jangan berbicara seperti itu tentang jiyeon,dia calon istrimu!!”

“calon istri eomma bilang?asal eomma tahu,aku tidak punya niat sedikitpun untuk menikah dengannya”

“apa maksudmu??!!tidak ada pilihan lain,eomma sudah memilihnya,jadi kau tidak bisa memilih gadis lain selain dia”

“kalau memang eomma sudah memilihnya,maka eomma saja yang menikah dengannya,aku tidak mau”

“cukup!!kau tahu kan?eomma tidak suka di bantah,seminggu lagi appa akan datang dari prancis dan akan membicarakan masalah pertunangan kalian dengan orang tua jiyeon”

BRAK!!

tiba2 jihyuk berdiri dari duduknya lalu menendang kursi yang di dudukinya.tanpa berkata apapun dia langsung mengambil tasnya dan pergi meninggalkan ibunya di meja makan

dia berjalan cepat menuju mobilnya yang ada di depan pintu rumahnya

“oppa…tunggu,kita berangkat bersama”

jihyuk berhenti lalu menoleh ke arah jiyeon yang berdiri di belakangnya.dia memaksakan senyumnya untuk gadis yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri itu

“jiyeon,kau berangkatlah dulu bersama supirku”

“lalu oppa mau kemana?”

“aku…aku harus menjemput rae ki,annyeong”

jihyuk melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan jiyeon yang masih memanggil2 namanya

“maafkan aku jiyeon.kau tidak salah,seharusnya aku tidak seperti ini,tapi aku benar2 tidak bisa menganggapmu lebih dari seorang adik”.gumam jihyuk.

 

@Front of School,pukul 14.00

“kau harus pulang,aku tidak enak jika kau merepotkan mereka terus”

“siapa bilang aku merepotkan mereka??!!aku tidak merepotkan mereka,oppa dan ahjumma malah senang aku tinggal dengan mereka”

“aish…jiyeon,dengarkan aku,seandainya kau sendirian mungkin mereka akan memaklumi jika kau tinggal bersama mereka,tapi aku sekarang sudah kembali,jadi setidaknya temani aku di rumah sampai liburanku berakhir”

“aku tidak mau!!”

“jangan keras kepala!!aku tidak suka jika kau membantahku,aku kakakmu jadi menurutlah apa kataku!!”

“kau kakakku,bukan berarti kau bisa mengaturku,aku benar2 benci sifatmu yang suka mengaturku,seolah kau berhak atas segala hal di dalam diriku”

“jangan banyak bicara atau aku akan menyeretmu dengan paksa,jadi turuti apa kataku selama aku masih bisa bersikap baik kepadamu”

“ANNYA!!”

“JIYEON!!”

sedangkan disisi lain aku dan jihyuk sedang berjalan santai setelah keluar dari dalam kelas.ada yang aneh dengannya akhir2 ini,dia lebih pendiam,tidak seceria dulu saat dia awal masuk ke sekolah ini.

kami berdua berjalan beriringan.tapi entah kenapa,tatapan matanya kulihat seolah kosong.aku ingin sekali bertanya kepadanya,tapi aku mengurungkan niatku.aku takut dia berfikir aku terlalu lancang.maka aku memutuskan untuk tetap diam

Aku menatap lurus ke depan,namun langkahku terhenti saat kami berjalan mendekati gerbang

“kau kenapa rae ki?”

“itu…bukankah namja yang di gerbang itu….”

“itu geonil,ayo kita kesana”

“t…tapi…”

belum sempat aku menyelesaikan kata2ku tiba2 jihyuk menarik tanganku dan berjalan mendekat ke arah geonil dan jiyeon yang sepertinya sedang bertengkar.

“geonil,ada apa tiba2 kau datang ke sekolahku?”.tanya jihyuk

“aku hanya ingin menjemput jiyeon dang mengajaknya pulang.

“oh…”.hanya kata2 itu yang keluar dari bibir jihyuk.

aku daritadi hanya menunduk tanpa punya maksud ikut campur.namun aku segera mendongak perlahan saat kurasakan seseorang sedang menatapku.benar.geonil sedang menatapku.tapi tatapan geonil langsung beralih ke tanganku yang sejak tadi di genggam oleh jihyuk.merasa tidak enak dengan tatapan geonil akhirnya aku melepaskan genggaman jihyuk perlahan.

“kenapa?”.tanya jiiyuk begitu dia menyadari saat aku melepas genggamannya dengan paksa.

“gwaenchana,aku merasa tidak enak saja”.ucapku

“oppa,beritahu dia aku tidak mau pulang”.rengek jiyeon kepada jihyuk.

“jangan bersikap seperti anak kecil,sekarang kau harus ikut aku!!”

geonil berusaha menarik jiyeon pulang.namun jiyeong bersikukuh dan memeluk lengan kanan jihyuk.sedangkan jihyuk hanya diam.tanpa sedikitpun menoleh ke arah gadis itu.

“aku tidak mau pulang!!”

“pulanglah”.ucap jihyuk datar.

aku hanya menoleh ke arahnya

“oppa…”

“aku bilang pulanglah!!kakakmu sudah pulang,dia membutuhkanmu,dia tidak tinggal lama di korea,jadi gunakan waktumu untuk bersamanya”

“apa?”.seketika aku langsung menoleh ke arah geonil.namun namja itu hanya diam

“o…oppa…aku…aku ingin tinggal denganmu”.

“kurasa tidak ada alasan lagi bagimu untuk tinggal di rumahku,geonil,ajak adikmu”

“ayo pulang”

geonil menarik jiyeon dengan kasar.sedangkan gadis itu hanya menurut kepada kakaknya.kedua mata jiyeon tidak lepas dari jihyuk.tatapan matanya seolah ingin berkata “aku tidak percaya dengan apa yang baru saja dia katakan”

geonil menarik adiknya dan memasukannya ke dalam mobilnya.setelah itu dia menghampiri kami lagi.

“jihyuk,jangan lupa nanti malam aku menunggumu disana”

“nee…”

“rae ki,sampai jumpa,aku akan menghubungimu nanti malam”.ucap geonil sambil mengacak rambutku.kemudian dia masuk ke dalam mobilnya dan berjalan menjauhi tempat kami berdiri.

aku melirik ke arah jihyuk.aku bisa menangkap ekspresi wajahnya yang terlihat sangat terkejut dan sedikit kurang suka.

“ada apa?”

“k…kau…kau mengenal geonil?”

“menurutmu?”

“apa ada sesuatu yang kalian sembunyikan dariku?”

“bukan kewajibanku untuk menjawabnya jihyuk,tapi kau pasti akan mengetahuinya kelak”

“rae ki…”

“supirmu sudah datang,pulanglah”

jihyuk mengatupkan bibirnya.tanpa sepatah katapun dia langsung berjalan menuju mobilnya

“jihyuk”.aku memanggilnya sekali lagi sebelum dia benar2 masuk ke dalam mobilnya.dia menoleh ke arahku dan seakan dia sedang bertanya “ada apa?”

“sepertinya akhir2 ini kau sedang ada masalah,ceritakan masalahmu padaku jika kau ada waktu,aku tidak ingin melihatmu terus murung seperti ini”

“sebelum mengatakan hal itu kepadaku,lebih baik kau berusaha jujur terlebih dahulu,tapi….terima kasih,aku harus pulang sekarang”

dia masuk kembali ke dalam mobilnya.tanpa mengatakan apapun kepadaku.akupun hanya bisa diam memandangi mobil jihyuk yang berjalan semakin jauh.

“aku ingin melihat song jihyuk yang dulu,jihyuk selalu ceria dan semangat,aku tidak inging melihatmu berubah kawan”

 

 

To Be Continue….

Advertisements

12 thoughts on “The Beautiful Stardust [chapter.3]

  1. lama gak berkunjung ke blog ini.
    mian eonni 😦
    aku sibuk kuliah ma organisasi.
    woaaa cerita ini muncul lagi. kangen banget ma cerita ini.
    eon janji harus tamat yaa?
    harus dilanjutin juga.
    eonni semangat.moah

    • nggak apa2 lah saeng…^^
      q juga sekarang nggak sesering dulu kok update fanficnya…terkadang malah sampe 1 bulan cuma sekali…
      hahahaha…
      insyallah aku tamatin… tapi sumpah..aku lupa ini dulu kerangka ceritanya bagaimana.. -_-

  2. Kyaa .. eonnie itu si Rae ki direbutin 2 cowok doh /.\
    bingung mau coment apa lagi ‘-‘a lanjutannya jngan lama” ya eonnie ‘-‘)b

  3. Cinta persegi?
    Raeki dlm dilema,mau plh sapa?
    Koreksi dan sarannya sm ky dipart sebelumnya.
    Ditunggu next partnya…..^_^

What Do You Think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s