The Beautiful Stardust [chapter.2]

Title    : The beautiful Stardust [Chapter.2]

Cast      :  1. Song Jihyuk
                   2. Song Rae Ki
                   3. Park Geonil
                   4. Park Jiyeon

Genre  : Romance, Chapter

Sumarry : Cinta. Bahasa yang sangat universal. Tidak mengenal budaya. Tidak mengenal Kasta. Song Rae ki gadis sederhana yang bersusah payah melupakan cinta masa lalunya. Namun usahanya sia-sia saat sang kekasih kembali ke hadapannya. Sejujurnya dia masih mengharapkannya. Tapi bagaimana jika sang kekasih ternyata kembali di saat hatinya mulai terbelah dua….
Hanya waktu yang akan menjawabnya…

 

Image

1 Minggu Kemudian @School Library

“rae ki,ayo berfikirlah,bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkannya…”

“aish…sebenarnya niatmu masuk ke sekolah ini untuk apa?”

“ayolah…”

“aku benar2 tidak habis pikir denganmu…baiklah,nanti saat bel masuk berbunyi,jangan langsung masuk ke dalam kelas,15 menit setelah guru masuk ke dalam kelas,barulah kau masuk,maka kau akan menerima hukumanmu”

“hwaaa…gomawo rae ki…kau memang sahabatku yang paling baik”.ucap jihyuk sambil memelukku erat dan menepuk2 pundakku dengan kencang.

“uhuk…uhuk…sudah hentikan!!aku susah bernafas,jihyuk hentikan!!”

“ah nee…hihihi…hukuman keduaku,nanti kau harus menemaniku saat aku di hukum”

“anni!!”

“ayolah rae ki…”

“enak saja kau!!”

“ayolah…hanya menemaniku saja”

“tidak mau,aku benar2 tidak habis pikir denganmu,kenapa kau ini ingin sekali di hukum?”

“kalau kau mau menemaniku maka aku akan memberitahumu”

“ANYAAAAAA…….”

“jangan berisik di perpustakaan!!!”

seketika aku dan jihyuk terdiam mendengar petugas perpustakaan menggertak kami

Pukul 14.00 @School

“aish…kenapa nasibku selalu sial semenjak dia masuk ke sekolah ini?”.batinku sambil menatap jihyuk yang tampak bersemangat sekali saat mengepel koridor.

ya,disinilah kami sekarang.di koridor sekolah.gara2 manusia aneh itu aku juga harus menjalani hukuman karena terlambat masuk ke dalam kelas.tadi saat bel masuk berbunyi jihyuk membungkam mulutku dan menahanku untuk tidak masuk ke dalam kelas.dan 15 menit kemudian setelah guru memasuki kelas dia segera menarik tanganku untuk masuk ke dalam kelas.dan tentu saja guru langsung memberikan hukuman kepada kami.

aku melanjutkan mengepel koridor dengan malas.sesekali aku menatap jihyuk yang terlihat sangat ceria.

“jihyuk,ayo tepati janjimu,aku kan sudah menemanimu di hujum,sekarang cepat beritahu aku alasan kenapa kau sangat senang sekali di hukum”

“kau benar2 ingin tahu?”

“tentu saja”

“baiklah,aku akan memberitahumu,hah…sebenarnya aku tidak ingin punya orang tua yang kaya raya,aku tidak ingin punya rumah yang besar dengan puluhan pelayan yang selalu membungkuk saat melihatku,aku tahu itu hanyalah sebuah formalitas karena aku adalah anak pemilik rumah itu,tapi aku tidak suka,aku ingin hidup bebas seperti remaja pada umumnya,bisa bermain berama teman2ku sampai larut malam,aku ingin ada yang memarahiku saat aku melalukan kesalahan,aku juga ingin merengek seperti bayi saat aku menginginkan sesuatu,dan aku juga ingin membantu orang tuaku mengerjakan pekerjaan rumah,tapi semua itu tidak pernah aku dapatkan,aku sudah berusaha membuat kesalahan tapi orang tuaku tidak peduli kepadaku,hidupku juga tidak bisa bebas.setiap pulang sekolah aku hanya perlu duduk dan semua pelayanku dengan segera akan datang menghampiriku untuk membantu semua kebutuhanku,begitu pula saat aku menginginkan sesuatu,tanpa memintapun mereka akan membelikanku tanpa aku harus berusaha dengan keras.maka dari itu aku suka sekali di hukum,karena saat aku menerima hukuman maka saat itulah aku bisa merasakan seperti apa rasanya bekerja keras”

aku terdiam sambil tetap menatap ke arah jihyuk.hatiku tiba2 merasa tersentuh mendengar kata2nya.tak kusangka,jihyuk yang terlihat begitu sempurna itu masih memiliki keinginan yang kupikir itu sangatlah sederhana.

“rae ki,kenapa kau menangis?”.ucap jihyuk sambil menyentuh bahuku.

“hah?mwo?siapa yang menangis?”

“itu?kenapa matamu berair?kau menangis atau matamu kemasukan debu?kemarilah biar aku tiup”

“annya,aku baik2 saja”

“tapi…”

“aku tidak apa2,lanjutkan tugasmu,lebih cepat lebih baik”

“kau benar2 tidak apa2?”

“nee,gwaenchanayo,oh ya jihyuk,kau bisa menyelesaikan semua ini?aku ingin istirahat dulu,aku lelah”

“oh…baiklah,istirahatlah,aku akan melanjutkan membersihkan koridor ini.

aku menyandarkan alat pel itu ke dinding lalu berjalan meninggalkan jihyuk yang meneruskan mengepel koridor itu.

“mianhe jihyuk,bukannya aku memanfaatkanmu,tapi aku hanya ingin sedikit membantumu untuk mewujudkan keinginanmu,selamat bekerja keras kawan”.ucapku dalam hati

keesokan harinya pukul 14.00

aku mengemasi semua peralatan sekolahku dan memasukannya ke dalam tas sekolahaku.setelah semuanya beres aku berjalan keluar dari dalam kelas dengan santai,tapi tiba2 jihyuk yg tertinggal di dalam kelas segera berlari keluar dan saat dia ada di sampingku tanpa berkata apapun tiba2 langsung menarik tanganku dan mengajakku berlari.

“jihyuk..jihyuk..tunggu,kau mau mengajakku kemana?kenapa berlari2 seperti ini?ya!!lepaskan tanganku!!”

“aku mau mengajakmu ke suatu tempat”

“kemana?”

“yang jelas ini tempat yang bagus”

“iya,aku tahu,tapi dimana tempatnya?dan kenapa kita harus berlari2 seperti ini?”

“nanti tempatnya aku tunjukkan,sekarang ayo cepat…”

jihyuk terus berlari sambil menarik tanganku yang juga ikut berlari di belakangnya.kami menyusuri setiap koridor yang ada di sekolah itu sampai akhirnya kami keluar dari gedung sekolah kami

sampai di halaman sekolahpun jihyuk tetap saja berlari sambil menarikku menuju pintu gerbang sekolah.setelah tiba di pintu gerbang akhirnya kami berhenti untuk mengatur nafas kami masing2.

“kau lelah?”.tanya jihyuk

“anni,hanya saja nafasku hampir habis”

dia hanya tersenyum kemudian dia berdiri dan merentangkan tangannya

“rentangkan tanganmu seperti ini,kemudian tarik nafas dalam2 dan buang perlahan,haaahh….segar sekali bernafas dalam2 setelah berlari marathon”

“apa pintu gerbang ini yang ingin kau kunjungi setelah mengajakku berlari2 seperti di kejar anjing?”

“oh…annya,khajja!!”

“kemana lagi?”

jihyuk tidak menjawab pertanyaanku.dia menarik tanganku kembali menuju sebuah mobil BMW hitam yang sedang terparkir di depan pintu gerbang sekolah dan kemudian jihyuk menghampirinya.

“tuan muda,anda sudah pulang?”

“ahjusshi,aku pinjam mobil ya?”

“u…untuk apa tuan muda meminjam mobil?”

“aku ingin mengajak rae ki jalan2,boleh ya ahjusshi?”

“mianghanda,tapi nyonya pasti tidak akan memperbolehkan anda untuk membawa mobil”

“sekali ini saja ahjurshi”

“ji…jihyuk,aku kan tidak memintamu untuk mengajakku jalan2”.ucapku sambil memotong kata2nya.

“aku yang mengajakmu,ini penting”.jawab jihyuk sambil berbisik kepadaku.

“tapi…”

“ahjusshi,kumohon..”

“maaf saya tidak bisa tuan muda,lagipula anda kan belum terlalu bisa menyetir”

“aku sudah bisa sekarang”

“maaf tuan muda….”

“hah…arraseo,kalau begitu setelah ini antarkan kami ke sebuah tempat”

“nee tuan muda”

“tapi sekarang tolong belikan aku minuman dan makanan ya ahjusshi,aku lapar dan haus”

“tapi anda tidak boleh makan sembarangan tuan”

“aku mohon ahjusshi,sekali ini saja,lagipula aku kan sudah dewasa…kumohon…”.ucap jihyuk sambil merengek manja.

“hem…nee,anda tunggu disini sebentar,aku akan membelikan anda makanan”

paman itu berjalan menjauh dari kami.saat paman itu sudah bdpdqjalan kira2 10 meter di depan kami jihyuk tersenyum jahil,dia menoleh ke arah dalam mobil.

“hihihi…rae ki,cepat naik,kita berangkat,ah…sudah kuduga,han ahjusshi selalu ceroboh,dia meninggalkan kuncinya di dalam mobil”

“mwo?”

“cepat naik!!”

“a…a…aku…”

“ayo cepat!!”

dengan cepat jihyuk membuka pintu mobil itu dan masuk ke dalamnya.sedangkan aku masih diam dengan ekspresi khawatir sambil menatap jihyuk.

“rae ki,ppali!!”

“aish…”

akhirnya aku mengalah dan mengikuti perintah jihyuk untuk masuk ke dalam mobilnya.

“gunakan sabuk pengamanmu,kita….BERNGKAAAAAATTT….”

30 menit kemudian…

“hah…apakah ini tempat yang kau maksud?”

“nee…bagus kan?”

“apanya yang bagus?hanya untuk tempat seperti inikah kau membawa mobil diam2 dan memaksa mengendarai mobil dengan berbelok2?kau tahu?kau hampir membunuhku!!!”

jihyuk terdiam dan menunduk.

“mianhe…”

hanya kata itu yang terucap dari bibirnya.dia kelihatan sangat sedih saat tanpa sengaja aku membentaknya.aku benar2 menyesal.

“j…jihyuk…aku…”

“kupikir kau akan menyukai tempat ini,ini adalah tempat paling indah bagiku,bukit ini adalah tempat rahasiaku.bukit ini adalah tempat yang sering aku gunakan untuk menghabiskan waktuku bersama geonil,dan kau adalah orang kedua yang tahu tempat ini,aku hanya ingin membuat sahabat2ku senang,tapi maaf jika aku membuang waktumu,ayo kita pulang,aku akan menelephone han ahjusshi untuk menjemput kita,kau tunggu sebentar ya?”.ucap jihyuk sambil tersenyum

“jihyuk,aku minta maaf,aku tidak bermaksud untuk membentakmu,aku menyukai tempat ini,tempat ini indah,tadi aku hanya masih terlalu takut karena tadi kau mengendarai mobil dengan berbelok2,aku….”

“gwaenchana,lain kali jika kau ada waktu luang aku akan mengajakmu kesini lagi saat malam hari,bukit ini memang tampak lebih indah saat malam hari,khajja!!”

jihyuk berjalan menjauh dariku lalu mendekati mobilnya dan mengambil handphone yang ada di dalam tasnya yan dia tinggalkan di dalam mobil.

aku hanya melihatnya dari kejauhan.kulihat dia tmpak sedang menelephone seseorang.mungkin dia sedang menelephone paman han.

“mianhe jihyuk…”.batinku.

1 Minggu Kemudian @School

“RAE KI……..”

sontak aku yang sedang memakan bekalku di kantin langsung tersedak saat jihyuk tiba2 datang dan menepuk punggungku dengan keras.

“ya!!mahluk cerewet,apa yang kau lakukan disini?!!mengagetkanku saja kau ini,ada apa?”

“hihihi….ada yang merindukanku….”

“merindukanmu?siapa?yang pasti bukan aku”

“tentu saja bukan kau,kau tidak mungkin merindukanku,setiap hari kau kan sudah bertemu denganku”

“lalu siapa yang merindukanmu?”

“geonil,dia bilang 2 minggu lagi dia akan datang ke korea untuk mengunjungiku”

“jeongmal?”.tanyaku dengan malas tanpa menatapnya.

“nee….aaahh…senang,akhirnya aku akan bertemu lagi dengan geonil,aku benar2 sangat merindukannya”

“sudah selesaikah kau bercerita?”

“belum….”

“kapan selesainya?”

“memangnya kenapa?apa kau malas mendengarkan ceritaku?”.ucap jihyuk sambil memasang wajah sedihnya.

“bukannya tidak mau,sekarang kau lihat jam tanganmu,sudah jam berapa?5 menit lagi bel masuk akan berbunyi,makanya aku ingin memakan bekalku dengan cepat”

“kau mau makan?”

“huuummm….”.aku hanya setengah berdehem dan melanjutkan makanku dengan cepat tanpa memperdulikan jihyuk yang ternyata sedang menatapku.

“kenapa kau menatapku?”

“bukan kau,tapi makananmu,heemm…sepertinya enak”.ucap jihyuk sambil mengecapkan mulutnya.

“kau mau?”

jihyuk mengangguk dengan cepat dan tanpa permisi dia langsung mengambil kotak bekalku.tapi baru saja dia mengambil sesendok tiba2…..

KRIIIIINNNNGGGG!!!

“waktunya masuk kelas”

aku segera mengambil kotak nasiku yang ada di hadapan jihyuk.sedangkan jihyuk langsung menatapku dengan eksresi memelas.

“rae ki…aku lapar….”

“saatnya masuk ke kelas”

“tapi….”

“nanti saat pulang sekolah mampirlah kerumahku,eommaku masak kimchi dan mi saus kacang hitam banyak sekali”

“jinjja?”.tanya jihyuk dengan semangat.

“nee…sekarang kita harus ke kelas,khajja!!”

“lalu apa lagi yang bisa aku lakukan di rumahmu selain makan?apa aku akan di ajak bersih2 rumah juga?”

“kau akan mengetahuinya nanti,khajja!!”

@My Home

“masuklah”

jihyuk melongokan kepalanya ke dalam rumahku saat aku mempersilahkannya masuk ke dalam rumahku dan dia mengikutiku dari belakang sambil memperhatikan setiap sudut rumahku.

“heh tuan muda song,kau menyindirku?rumahku memang tidak sebagus rumahmu,bahkan mungkin ruang tamuku hanya sebesar rumah anjingmu,tapi….”

“tapi rumah ini sangat nyaman,aku iri sekali padamu rae ki,andai saja kita bisa bertukar tempat,aku ingin sekali bisa tinggal di rumahmu,aku merasakan kehangatan saat masuk ke dalam rumah ini”

aku terdiam dan hanya tersenyum mengagumi keanehannya.aku hanya bisa tertawa kecil saat melihat dia menatap dengan tatapan polosnya ke setiap sudut rumahku.

“jihyuk,kau tunggu disini sebentar,aku mau menemui eommaku”

“ahjumma ada dimana?”

“di dapur”

aku meninggalkan jihyuk sendirian di ruang tamu dan berjalan menuju dapur.benar dugaanku,saat aku sampai di dapur ibuku ternyata sedang memasak sesuatu.aku berjalan mendekatinya lalu memeluknya dari belakang.

“eomma….”

“eh,kau sudah pulang?kau sudah makan siang?mianhe…hari ini eomma hanya masak kimchi dan mi saus kacang hitam lagi,eomma harap kau tidak bosan,karena hanya ini bahan makanan yan kita punya.

“anni,bagaimana aku bisa bosan jika masakan eomma sangat enak?eomma,hari ini aku mengajak temanku kesini,eomma masaklah lebih banyak agar dia bisa merasakan masakan eomma yang sangat enak”

“kau merayu eomma?hahaha…baiklah,eomma akan masak lebih banyak hari ini,siapa nama temanmu?”

“song jihyuk”

“namja?”

“nee…”

“kekasihmu?”

“annya eomma, sudah kubilang dia temanku”

“walaupun dia kekasihmu eomma juga tidak akan marah”

“eommaaaaaaaaaa………..”

“hehehe…arraseo….sudah, masuklah ke kamarmu lalu ganti pakaianmu”

“baiklah nyonya besar”

“permisi”

“YA TUHAN!!apa yang kau lakukan disini?membuatku terkejut saja”

sontak aku langsung melepaskan pelukanku saat aku mendengar ada suara seseorang. aku melepaskan pelukanku dan seketika aku dan ibuku menoleh ke arah pintu dapur. tampak jihyuk yang sedang melongokkan kepalanya ke dalam dapur.

“siapa kau?”. tanya ibuku kepada jihyuk.

setelah ibuku bertanya kepadanya, jihyuk langsung masuk ke dalam dapur dan berjalan mendekati ibuku sambil tersenyum lebar.

“annyeong, naneun song jihyuk imnida, aku teman sekelas rae ki, aku datang kesini karena rae ki mengajakku untuk makan siang disini, rae ki bilang masakan ahjumma sangat enak, senang bisa bertemu dengan ahjumma, anggap saja aku anak sendiri”. ucap jihyuk sambil membungkukan badanya/

“ya!!tuan muda song, apa2an kau ini?dasar aneh, biasanya orang hanya akan bilang ‘anggap ini rumah sendiri’….atau ‘anggap saja keluarga sendiri’….tapi kenapa kau bilang kepada eommaku ‘anngap saja anak sendiri’??!!”‘

“memang kenapa?aku kan hanya ingin jadi anaknya”

“tidak perlu, eomma sudah punya anak yaitu aku!!”

“rae ki….jihyuk….sudah, kalian berdua sama2 anak eomma, jadi jangan bertengkar lagi”

“jeongmal ahjumma?”.jihyuk langsung meloncat dan tertawa dengan mata berbinar.

“aku tidak mau punya saudara aneh seperti dia!!”

“jadi sekarang aku boleh memanggil ahjumma dengan sebutan eomma?”

“TIDAK!!”. sahutku

“tentu saja boleh….”. ucap ibuku.

“aku boleh kesini kapanpun aku mau?”

“nee….”

“aku boleh makan siang disini kapanpun aku mau?”

“TIDAAAAAAAAKK!!”. aku menyahut lagi.

“rae ki….jangan seperti itu kepada temanmu, tentu saja boleh jihyuk…”

“lalu aku juga boleh mnembantu eomma dan bersih2 rumah?”

“nee….m..mwo?bersih2 rumah?”

“nee, bukannya membantu orang tua itu kewajiban seorang anak?”

“rae ki saja malas bersih2”

“eomma!!Ya!!jihyuk, jangan mencari muka di depan eommaku, ikut aku”

aku berjalan mendekati jihyuk lalu mengajaknya keluar dari dapur sambil menarik kerah bajunya.

“annyeong eomma, aku tunggu makanannya di depan”

“nee jihyuk”

aku tidak memperdulikan jihyuk yang masih melambai kepada ibuku. dan aku tetap menarik jihyuk ke ruang tamu.

“nah, sekarang kau duduk disini, jangan pergi kemana2, aku mau ganti baju dulu, tunggu sampai makananya datang dan sampai appaku pulang, arraseo?”

“arraseo dongsaeng, eh…kau lahir tanggal berapa?kau dongsaengku atau noonaku?”

“aku bukan saudaramu!!”

aku segera berjalan meninggalkan jihyuk menuju kamarku dan mengganti pakaianku.

10 menit kemudian…

10 menit berlalu. setelah selesai mengganti pakaianaku aku segera berjalan keluar dari kamarku untuk menemui jihyuk. aku kasihan jika membiarkannya menunggu terlalu lama dan sendirian

tapi alangkah terkejutnya aku. saat aku keluar dari kamarku. terlihat jihyuk sedang bercanda begitu akrab dengan kedua orang tuaku.bahkan aku melihat ayahku yang sedang mengacak rambutnya dengan pelan seperti pada anaknya sendiri. bukan rasa iri yang kurasakan. melainkan kebahagiaan. melihatnya tersenyum seperti itu hatiku rasanya sangat bahagia. kemudian setelah beberapa saat aku berdiri dan diam akhirnya aku memutuskan untuk berjalan mendekati mereka yang sedang bercanda.

“aku lapar, aku mau makan”. ucapku sembari duduk di hadapan mereka.

“oh…kau sudah selesai mengganti baju, ya sudah semuanya sudah lengkap, saatnya makan siang”. ucap ayahku.

kami semua duduk di lantai. memang seperti inilah rumahku. hanya ada meja kecil di tengah2 ruang tamu yang sekaligus menjadi ruang makan itu. dan kami duduk di lantai saat kami menyantap makanan.

“rae ki, setelah makan apa yang akan kita lakukan?”.

“nanti kau juga akan tahu, jadi sekarang makan saja makananmu tuan muda song”

selama kami makan jihuk tampak lebih ceria dari biasanya. dia kelihatan sangat bahagia. sesekali appa mengusap kepalanya seperti anaknya sendiri dan bahkan jihyuk juga tidak sungkan bersikap manja kepada ibuku, dia meminta ibuku untuk menyuapinya walau hanya sekali.melihat jihyuk seperti itu entah kenapa hatiku rasanya sangat senang.

@Front of My Home

“ayo semangaaaaaaaaaaaaaaattttttttttt………….”

“harusnya aku tidak menjalankan ide ini”. ucapku lirih.

aku hanya menggelengkan kepalaku dan berdecak aneh saat melihat jihyuk hilir mudik mengepel teras rumahku yang terbuat dari kayu.

“ya!!noonsaeng, ayo cepat sapu halamannya”

“noonsaeng, apa itu?”

“noona dan dongsaeng, aku kan tidak tahu usiamu lebih tua atau lebih muda dariku, jadi aku panggil noonsaeng saja, ayo semangat, kita bersih2, kau menyapi, aku mengepeeeeeeeeeeellllllllllll…………….”

jihyuk kembali berjongkok dan mengepel teras rumahku dengan semangat.

“hah….terserahlah, gwaenchana, asalkan dia senang itu sudah cukup”. ucapku dengan malas sambil melanjutkan menyapu halamanku.

To Be Continue…

Advertisements

6 thoughts on “The Beautiful Stardust [chapter.2]

  1. fuiih… lumayan hanyut dg part ini
    tokoh jihyuk sangat hidup disini, aku sungguh trharu dg kehidupannya… anak org kaya raya namun miskin cinta dan kasih sayang… next part apakah mampu membuatku menangis? kalo gitu lanjut deh…!

  2. si Jihyuk kasihan ya .-. kurang kasih sayang orang tua ..
    si Rae Ki kayak nya suka sama Jihyuk , ntah lah .. terharu juga bacanya .-. Lanjut eonnie ^-^)9

  3. Salut ma Jihyuk,walaupun anak orang kaya tp ttp rendah hati.
    Kayaknya Raeki mulai simpati ma Jihyuk.
    Saran,perhatikan lg penulisan huruf besar dan kecilnya.
    Keep writing ^_^

What Do You Think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s