Time To Love [Chapter.1]

Title : Time To Love
Genre : Romance

Cast  : 1. Kim Myungsoo/L (Infinite)
2. Shin Eun Kyung (original Cast)
3. Lee Howon/Hoya (Infinite)

Summary : Cinta…sebuah kata yang sangat sulit untuk di ucapkan, sangat sulit dijabarkan lewat sebuah kata2, terkadang perasaan aneh yang disebut cinta itu tumbuh dengan sendirinya tanpa kita sadari. butuh waktu yang tidak singkat untuk menyadari bahwa di antara kita memang ada 1 kata yang mungkin disebut dengan cinta.dan mencari jawaban itu tidak semudah kita mencari setetes air di padang pasir. mungkin butuh jutaan tahun untuk menyadarinya.

542002_537527429605904_1406122285_n

Hari pertama…

Kubuka kedua mataku yang terasa berat. Kugunakan tangan kananku untuk mengucek kedua mataku yang masih mengantuk. Aku menguap lebar sekali seperti kebiasaanku di pagi2 sebelumnya, lalu menghembuskan nafasku.

Kutoleh sisi kiriku. Menatap sosok namja berwajah kharismatik yang kemarin menikahiku. Aku tersenyum masam. Lalu beranjak bangun setelah menyingkap selimut tebalku.

Kuikat rambutku sebentar. Lalu beranjak pergi meninggalkannya yang masih tertidur pulas.

Kim Myungsoo. Begitulah namanya. Dia tampan, namun sedikit pendiam. Dia teman sekelasku saat aku masih duduk di bangku SMA. Dan kini dia juga berada di 1 fakultas yang sama denganku.

Jangan pernah berfikiran bahwa dia kekasihku. Mencintainyapun aku tidak. Dan kuyakin begitu juga dengannya.

Malam pertama?jangan harap. Jangankan saling menyentuh, berbicara satu sama lain saja tidak. Bukannya kami saling membenci. Kami hanya merasa masih terlalu canggung.

Myungsoo yang pendiam, bertemu dengan sifatku yang sedikit pemalu kepada orang2 baru. Perpaduan yang bagus sekali bukan?

Lalu bagaimana aku bisa terjebak di dalam pernikahan konyol ini dengannya?sejujurnya, jawabanya hanya sebuah alasan klasik yang lebih mirip dengan cerita2 yang ada di dalam drama. Perjodohan, itulah jawabannya. Perusahaan orang tuaku membutuhkan perusahaan orang tuanya, begitu juga sebaliknya. Perusahaan orang tuanya membutuhkan perusahaan orang tuaku. Dan pernikahanku dengannya ini tak lebih dari sebuah jaminan relasi bisnis.

 

[Flashback]

“ayolah  eun kyung, eomma mohon, sekali ini bantulah appamu, ini demi kelangsungan perusahaan kita…”

“tapi tidak harus dengan cara yang seperti ini, eomma..ini konyol, bagaimana mungkin aku harus menikah di usiaku yang masih 20 tahun?dan kenapa aku harus menikah dengannya?!!”

“ini tidak akan berlangsung lama, ini hanya sebuah jaminan agar mereka percaya  bahwa…”

“jaminan?!!astaga…kalian berfikir bahwa aku ini adalah satu-satunya aset kalian yang bisa seenaknya kalian gadaikan?BEGITU??!!”

“bukan seperti itu eun kyung, lagipula apa salahnya jika menikah di usia 20 tahun?”. Kali ini ayahku ikut buka suara.

“tapi kenapa harus dengannya?seandainya jika namja yang kalian tawarkan adalah orang lain mungkin aku masih akan mempertimbangkannya, tapi myungsoo?aku mengenalnya sejak aku masih SMA dan aku tidak menyukainya!!”

“eun kyung…”

“aku punya banyak alasan untuk menolaknya, pertama, bukankah kalian tahu bahwa aku sudah punya kekasih?lalu bagaimana dengan kekasihku?!!aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja!!kedua, yang kutahu myungsoo juga sudah punya kekasih, dan ketiga, aku bukan barang yang seenaknya bisa kalian gadaikan!!”

“baiklah kalau kau memang ingin mempertahankan semua alasanmu, berarti mulai sekarang kau harus bersiap2 jika suatu saat kau harus melepaskan semua yang kau miliki sekarang”

“APA?!!”

DEG!!

Rasanya seperti tertembak. Mati dan lumpuh. Mulutku bungkam. Masih terlalu bingung dengan semua perkataan orang tuaku.

Menikah dengan myungsoo untuk mempertahankan semua ini?sepertinya aku memang harus mempertimbangkannya lagi.

[End Of Flashback]

 

@Kitchen, pukul 07.30

“tidak kuliah?”. Tanyanya singkat di pagi pertamaku menjadi istrinya.

“jadwalku jam 10 siang”. Jawabku sambil meliriknya sekilas lalu kembali menunduk, melanjutkan untuk mencuci perkakas kotor yang tadi kugunakan untuk memasak.

“em..aku berangkat”. Ucapnya lagi sambil membalikkan tubuhnya, hendak melangkah keluar dari dapur.

“bekalmu sudah kusiapkan di atas meja”

“bekal?”. Kali ini dia berhenti lalu menoleh ke arahku. Merasa sedikit aneh denganku.

“nee, itu saran dari ibumu, dia bilang sebagai istri yang baik, setiap pagi aku harus membangunkan suamiku, aku harus membuatkan sarapan untuk suamiku, dan jika suamiku tidak sempat sarapan maka aku harus membuatkan bekal untuknya, mencuci bajunya, menyetrika bajunya, lalu…”

“aku bukan bayi yang harus kau perlakukan seperti itu!!”

“Aku juga bukan pengasuhmu!!”. Ucapku sembari menatap lurus ke arahnya dan meletakkan piring yang baru saja kucuci.

“DAN AKU BUKAN SUAMIMU!!”. Teriaknya lalu berjalan keluar dengan langkah cepat. Terlihat sekali bahwa dia sedang marah.

“yeah…dan aku juga bukan istrimu”. Jawabku dengan santai sambil kembali membilas peralatan dapur itu. “kau pikir aku senang punya suami sepertimu?dingin, keras kepala, angkuh, pemarah, dan juga menyebalkan, Cih!!”. Omelku lagi.

 

1 bulan kemudian…

“mau kemana kau?”. Tanyanya begitu melihatku sudah berpakaian rapi di pagi ini.

“kencan”. jawabku singkat sambil mengikat tali sepatuku.

“apa kau sudah membuat sarapan?bajuku sudah kau setrika?lalu air hangatku?”

“bukankah kau pernah bilang bahwa kau tidak suka kuperlakukan seperti bayi?”

“tapi itu tugasmu!!”

“aish!!aku benar2 tertipu, kupikir kau itu namja pendiam yang hanya bisa marah2 dan berteriak, tapi ternyata kau juga bisa menjadi cerewet dan menyebalkan seperti ini!!”

“YA!!””

“sudahlah…howon sudah menungguku”. Ucapku sambil berjalan meninggalkannya yang masih membuntutiku dari belakang dan mengomel.

“Ya!!Shin Eun Kyung!!”. Teriaknya seraya menarik lenganku sedikit kasar.

“apa?”

“setidaknya buatkan aku sesuatu sebelum kau pergi”

“gunakan kedua tanganmu untuk menyalakan kompor, atau kau telephone hana saja untuk memasakanmu sesuatu. aku berjanji hari ini aku akan pulang larut, jadi hari ini kau bebas melakukan apapun dengan hana seharian, aku tidak akan mengganggumu kim myungsoo!!”

raut wajahnya tiba2 berubah. raut wajah marah itu tergambar jelas di wajahnya. mata elangnya itu menatapku tajam. membuatku menundukkan tatapanku karena merasa sedikit takut di tatap seperti itu olehnya. aku tahu dia tidak suka dibantah.

“lepaskan tanganku…”. ucapku dengan nada yang sedikit pelan sambil berusaha menarik tanganku dari genggamannya.

“kembali ke dapur, buatkan aku sesuatu, setelah itu kau boleh pergi”.

nada suaranya terdengar sedikit melunak.

“a..arraseo…tapi lepaskan tanganku…”

dia melepaskan tanganku dari genggamannya.namun masih menatapku tajam.

“tunggu sebentar, aku harus menghubungi howon oppa, aku takut dia…”

belum sempat aku menyelesaikan kata2ku tiba2 myungsoo merebut ponselku saat aku mengeluarkannya dari dalam tasku.

“a..apa yang kau lakukan?!!kembalikan!!”

myungsoo mengangkat tangannya saat aku berusaha merebut ponselku dari tangannya.dan tentu saja, tubuhku yang lebih pendek darinya membuatku kesulitan untuk mengambilnya.

melihatku yang meloncat2 berusaha menggapai ponselku yang ada di tangannya membuatnya sedikit tertawa, mungkin tingkahku terlihat lucu di matanya.

dia tertawa sedikit keras sambil berusaha menghalangiku untuk meraih ponselku yang masih dia genggam.

namun keseimbanganku sedikit goyah saat tiba2 dia mendorongku sedikit keras dan merapatkanku ke tembok berwarna putih itu.

“m..myungsoo…”

“mau menghubunginya kan?”. ucapnya sambil menahan bahu kananku dengan tangan kirinya.

“YA!!jangan berbuat macam2, atau aku…”

“atau apa?!!”.tanyanya seraya mendekatkan wajahnya kepadaku.”mau membunuhku?”. tanyanya sambil menarik sudut bibir kirinya. mengulas senyum yang sangat menyebalkan. seolah ingin mengejek dan menertawakanku.

dia membuka ponsel lipatku. kulihat dia menekan tombol2 berwarna putih itu. seperti sedang mencari sesuatu.

dia mendekatkan ponselku ke telinganya. senyum bodoh dan menyebalkan itu tersungging lagi di bibirnya untuk yang kesekian kalinya.

beberapa detik berlalu. kelihatannya dia masih menunggu orang di seberang mengangkat telephonenya. sampai akhirnya…

“yeoboseyo…howon hyung..”

“apa?!!”. aku menatap tajam ke arahnya. benar2 sangat terkejut saat dia menyebut nama howon.

“MYUNGSOO!!berikan ponselku!!”

bukannya memberikan ponselku, dia malah menarikku ke dalam pelukannya, bukan, bukan memelukku, melainkan mengapit leherku dengan tangannya. membuat leherku terjepit oleh lengannya.

“howon hyung.. sepertinya eun kyung hari ini tidak bisa datang tepat waktu, mungkin dia akan sedikit terlambat”

myungsoo menjauhkan ponselku dari telinganya, lalu mengeraskan suara ponselku. terdengar suara howon.

“tidak bisa sekarang?”

“nee…”

“apa ada masalah?”

“ah..anni, hanya saja…”. kulihat dia melirikku sekilas saat dia menggantung kata2nya. lalu dia membekap mulutku dengan menggunakan telapak tangannya.

“hanya saja apa?”

“hanya saja….dia harus…menyelesaikan tugasnya sebagai seorang istri…AKH!!kenapa kau menggigitku??!!”

FATAL!!itu benar2 kesalahan fatal yang kulakukan. harusnya aku tidak menggigit telapak tangannya. howon bisa berfikir macam2 jika mendengar myungsoo berteriak seperti itu.

“k…kalian sedang apa?”

“ah..haha…hanya sedikit bermain2 hyung, gwaenchana…apa kau ingin berbicara dengan eun kyung?”

“b…baiklah..berikan ponselnya…”

“eun kyung, howon hyung ingin berbicara denganmu”. ucap myungsoo sambil melonggarkan bekapannya. baru saja aku ingin meraih ponselku dari tangannya. tapi tiba2 dia menginjak kakiku dengan keras, dan aku yakin dia melakukannya dengan sengaja.dan itu membuatku tanpa sengaja mengeluarkan suara yang sedikit aneh.

“AKH!!ya!!sakit bodoh!!kenapa kau menginjak ka..hemph..”

sekali lagi belum sempat aku menyelesaikan kata2ku, myungsoo membekap mulutku untuk yang kedua kalinya.lalu mendekatkan ponselku ke depan wajahnya.

“omo..appo?”. tanyanya setengah berbisik.”mianhe…aku tidak sengaja…bagian mana yang sakit?aku benar2 tidak sengaja.. aku akan hati2…”. ucapnya sambil tersenyum.

Sial!!aku membenci senyumannya itu. aku berani menjamin, sekarang howon pasti akan berfikir macam2 tentang kami.

“em…sepertinya kalian sedang sibuk, katakan pada eun kyung, aku akan menelephonenya lagi nanti, sepertinya sekarang aku juga ada urusan”

klik.

kudengar suara telephone yang terputus.

“nee…hyung….”. sahut myungsoo sambil menutup ponselku.”sandiwara selesai…”. ucapnya sambil melepaskan bekapannya padaku. dia terkikik geli melihatku. seolah yang dia lakukan itu benar2 sangat lucu di matanya.

“ini ponselmu”. ucapnya seraya meraih tanganku dan meletakkan ponsel berwarna biru muda itu di telapak tanganku.

aku menatapnya tidak percaya.

“orang ini benar2 tidak masuk akal”. batinku.

dia membalikkan tubuhnya, lalu berjalan menjauh dariku yang masih terdiam mematung di tempatku.

“KIM MYUNGSOO!!”. teriakku sambil melepaskan sepatu kiriku dari kakiku. “NEO!!JINJJA MICHEOSEO!!”. teriakku sambil melemparkan sepatuku itu ke arahnya.

“YA!!”. dia berteriak, lalu membalikkan badannya begitu sepatuku yang kulempar itu tepat mengenai punggungnya.

aku terperenjat saat melihatnya berlari ke arahku. sontak aku berlari cepat menjauh darinya saat kulihat dia mengejarku. seolah tidak terima karena aku sudah melempari punggungnya dengan sepatuku.

“BERHENTI KAU!!”

“AAAAAAAAA……ampun myungsoo, aku tidak sengaja…”

 

2 hari kemudian @Living room.

sunyi. tak ada yang terdengar kecuali suara jam dinding yang ada di ruang tamu itu. aku sendirian di ruangan itu sembari bergumul dengan tugas2ku.

BRUK!!

aku terlonjak kaget saat kudengar ada sesuatu yang di jatuhkan di atas meja. kulirik tajam orang yang tadi sudah menjatuhkan setumpuk buku yang kini sudah ada di atas meja itu.

“ya…”

“mwo?jangan memelototiku seperti itu, menjijikan!!”

“aish…kau mau apa?”

“mau mengerjakan tugas”

“tidak bisakah kau tidak menggangguku sekarang?”

“siapa yang mengganggumu?kau saja yang terlalu sensitif, dasar bebek cerewet”

“neo!!”

“mwoya?”. tanyanya sambil menatap ke arahku. seolah dia ingin menunjukan bahwa dia tidak takut kepadaku dan ingin menantangku.

“aish!!percuma berbicara dengan orang idiot seperti dia”. gumamku dengan suara yang sangat pelan. lalu kembali menunduk dan menatap buku tugasku.

“ya!!aku mendengarnya!!”. ucapnya sambil menjitak kepalaku.

“akh!!sakit bodoh!!. protesku.

datar. tak ada ekspresi apapun yang dia tunjukkan saat mendengar protesku.dia malah mengambil salah 1 bukunya lalu membuka lembar perlembar buku yang ada di tangannya itu.

kupejamkan mataku, berusaha meredam emosiku sendiri. lalu kubuka mataku kembali saat kurasa aku mulai bisa meredam amarahku.

“ya…kurasa kau itu benar2 keterlaluan myungsoo, tidak bisakah sehari saja kau membiarkanku hidup tenang?sungguh, sifat menyebalkanmu ini benar2 tidak cocok sama sekali dengan wajahmu, aku akui kau memang tampan…”

“jinjja?”. potongnya cepat tanpa mengalihkan tatapannya dari buku yang dia baca. sebuah senyum tipis terkembang di bibirnya. tapi entah kenapa, senyum itu malah terlihat sangat menyebalkan  di mataku.

“tapi kau itu sangat menyebalkan, sejujurnya aku ingin kau kembali menjadi kim myungsoo yang dulu terlihat pendiam”

“itu hanya pemikiranmu, salah jika kau berfikiran seperti itu tentangku”

“tapi tidak bisakah sehari saja kau bersikap manis?hargai aku, ada saatnya kau menindasku, dan ada saatnya kau harus menghargai aku, setidaknya sebagai temanmu…dan disaat seperti ini aku ingin kau menghargaiku, aku benar2 tidak suka jika kau menggangguku di saat seperti ini”

“bersikap manis?menghargaimu?berpura2 bahwa aku ini adalah suami yang sangat patuh kepada istrinya?begitu?cih!!konyol!!kau tahu?bahkan kita ini tidak lebih dari 2 orang asing yang tidak saling mengenal tapi dipaksa untuk tinggal di dalam 1 kamas kos”

benar. kata2nya memang sangat benar. aku memang tidak pernah merasa bahwa aku dan dia benar2 berusaha saling mengenal. bahkan sejak dulu.

kupalingkan wajahku. aku bergerak dalam diam. kuraih kembali bukuku. kembali melanjutkan tugasku yang tadi sempat terhenti.

beberapa menit berlalu. baik aku maupun myungsoo sama2 terdiam. sampai akhirnya kurasakan myungsoo menggeser duduknya menjadi lebih dekat denganku.

“kau mau apa?!!”. tanyaku dengan nada sedikit tinggi seraya menoleh tajam ke arahnya.

kulihat dia menarik kedua sudut bibirnya. membuat senyum simpul yang sangat memuakkan.

“ya…shin eun kyung”. ucapnya sambil mengalungkan tangan kirinya di pundakku. ” aku ingin menawarkan sesuatu kepadamu”. lanjutnya sambil melemparkan buku yang tadi ada di tangannya.

“mwo?”

“penasaran?”. tanyanya.

kukernyitkan dahiku. merasa sedikit bingung dengan kata2nya.

melihatku yang terlihat penasaran dengan penawarannya, myungsoo segera menarik kembali tangannya yang tadi dia kalungkan di leherku. aku masih diam sambil tetap menatapnya.

namun sontak tubuhku terdorong kebelakang saat tiba2 dia mendorong tubuhku sampai aku jatuh telentang di atas sofa hitam berbahan kulit itu.

“KIM MYUNGSOO!!”

sontak tanganku terangkat di depan dadaku saat tiba2 dia juga mencondongkan tubuhnya. kutahan tubuhnya dengan kedua tanganku. sungguh, posisinya terlalu dekat, membuatku benar2 gugup dan takut.

kutahan dadanya dengan kedua tanganku. kupalingkan wajahku ke sisi kananku.

“k…kau…kau mau..a..apa??”

“bukankah kita ini sepasang suami istri?”

“j..jangan macam2..”

“kalaupun aku mau macam2 kau bisa apa?”

“aku bisa melaporkanmu ke..”

“polisi?dasar bodoh!!”. ucapnya sambil menyentil keningku.” kau pikir mereka akan membuang waktu mereka yang berharga hanya untuk mendengarkan ceritamu?kau akan ditertawakan jika kau bilang bahwa kau diperkosa oleh suamimu sendiri…”

“a..anniya…tapi…i..ingat hana, kau punya hana, dan..k..kau juga tahu kalau aku juga sudah punya howon, jadi…”

“hei…ayolah, pakai otakmu, kita hanya berdua sekarang, kau pikir mereka akan tahu apa yang kita lakukan sekarang?”. ucapnya sambil lebih mencondongkan tubuhnya kepadaku. membuat kedua tanganku menahan tubuhnya lebih kuat.

kupejamkan kedua mataku serapat mungkin. entah kenapa, tiba2 jantungku berdetak sangat cepat.

sontak kucengkeram kaosnya dengan kuat saat kurasakan hembusan nafasnya begitu terasa menerpa kulit wajahku.

“m..myungsoo…a..andwe…”. ucapku lirih.

hening. untuk beberapa saat tak ada yang terdengar, namun tiba2…

“HWAHAHAHAHAHA…..”

kubuka kedua mataku dengan cepat. saat kudengar ada suara tawa yang meledak tepat di depan wajahku.

kutatap wajahnya yang sedang terbahak di depanku.

“aku benar2  tidak menyangka bahwa kau benar2 sangat mudah untuk digoda, lihat wajahmu itu?benar2 seperti strawberry busuk, hahahaha….”

“YA!!!”

dia masih tidak berhenti tertawa, namun saat dia hendak beranjak dari atasku, segera kutarik tangannya lalu kugigit dengan kuat.

“AAAKKHHH….sakit!!apa yang kau lakukan?!!”. teriaknya seraya bangun dari posisinya begitu aku melepaskan gigitanku.

“itu pembalasan!!kau pikir aku tidak berani membalasmu?rasakan itu!!jadi jangan pernah macam2 kepadaku!!”

“kau pikir aku takut dengan ancamanmu?kemari kau!!”

belum sempat aku menghindar, myungsoo sudah mengalungkan lengan kirinya di leherku. lalu mengapit leherku dengan kuat, membuat dadaku terasa sesak.

“uhuk!!m..myungsoo…aku tidak bisa bernafas, uhuk!!kau..m..mau membunuhku ya??!!lepas!!uhuk..”

“ide yang cukup bagus”

myungsoo tidak juga melepaskan himpitan lengannya. kulirik wajahnya, dia tersenyum puas melihatku yang terbatuk dan kesulitan bernafas.

“m..myungsoo…se..sak…”. ucapku dengan suara yang pelan.

tanganku sejak tadi masih berusaha melepaskan tangannya. kupejamkan mataku perlahan. aku sudah tidak berusaha meronta lagi. tubuhku melemas. untuk beberapa saat myungsoo sepertinya masih tidak menyadarinya. sampai beberapa detik kemudian kurasakan apitan myungsoo mulai melonggar.

“eun kyung?”. panggilnya.

tubuhku merosot dan kembali jatuh telentang di atas sofa hitam itu saat myungsoo melepaskan tangannya dari tubuhku.

“ya!!shin eun kyung!!jangan bercanda!!bangun!!”. panggilnya sambil menepuk2 pipiku pelan beberapa kali.

dia terlihat sedikit cemas saat melihatku tak kunjung bangun.

“eun kyung..buka matamu…ya..jangan menakutiku..”

myungsoo terlihat frustasi melihatku. dia mengguncang tubuhku beberapa kali. sampai akhirnya aku membuka sedikit mataku saat kulihat dia mendekatkan telingannya di dadaku, lalu segera menutup kembali mataku, masih berpura2 pingsan.

“syukurlah dia masih hidup”. ucapnya pelan.

namun, dengan segera kuapit kepalanya dengan lengan kananku saat dia hendak beranjak bangun.

“YA!!”. teriaknya yang terdengar sedikit kaget.

kali ini aku yang terkikik geli melihatnya.

“memang benar, membunuhmu memang ide yang sangat bagus”.

“uhuk!!lepas eun kyung!!sesak!!”

“jeongmal?itu yang kurasakan tadi”

myungsoo diam, tak bicara sedikitpun, namun tangannya masih bergerak berusaha melepaskan apitanku. namun baik aku maupun myungsoo tiba2 berhenti bergerak saat terdengar ada suara ketukan di pintu.

tok…tok…tok…

“nuguya?kau punya janji dengan seseorang?”. tanyanya. dan aku hanya menggeleng singkat.

belum sempat aku melepaskan tanganku dari myungsoo, tiba2..

CKLEK!!

“myungsoo..eunkyung…halmeoni dat…”

“astaga!!”.

dengan segera kelepaskan dan kudorong myungsoo dari atasku. Myungsoo yang terkejut karena kudorong tanpa sengaja sampai  terjatuh dari atas sofa. namun sedikitpun dia tak berkata apapun. baik aku maupun myungsoo segera bangun dari posisi kami yang mungkin terlihat sedikit aneh, dan posisi kami itu pasti akan membuat semua orang yang melihatnya jadi berfikiran yang bukan2.

“h..halmeoni…”. sapaku. dengan tergesa aku segera menghampirinya dan membungkuk singkat.

dia tersenyum ke arahku. lalu melirik ke arah myungsoo sambil sedikit terkikik. sedangkan myungsoo hanya tersenyum masam sambil menggaruk tengkuknya. lalu menunduk. tidak berani menatap ke arah neneknya.

“apa kedatangan halmeoni mengganggu acara kalian?”

“a..anniyo….halmeoni jangan salah paham, aku dan eun kyung hanya sedang bercanda, kami tidak sedang macam2, sungguh”. sahut myungsoo dengan cepat. dan aku hanya mengamini ucapannya dengan anggukanku.

namun entah kenapa, seolah kata2 kami itu terdengar lucu, sanggahan kami justru membuat neneknya semakin terpingkal.

aku dan myungsoo hanya diam melihat nenek yang masih melanjutkan tawanya. dan hampir semenit kemudian nenek berhenti tertawa dengan sendirinya.

“mianhe jika halmeoni tiba2 masuk begitu saja, tapi apa kalian tidak ingin mempersilahkan halmeoni duduk?”

“mwo?oh…nee, tentu saja”.

nenek myungsoo berjalan pelan menuju sofa hitam yang ada di ruangan itu. walaupun usianya sudah senja, namun bisa kulihat bahwa cara berjalannya benar2 sangat anggun.

“kalian tidak ingin duduk?”. tanyanya lagi.

membuat kami seketika  tersadar bahwa kami sejak tadi masih berdiri, lalu aku dan myungsoo duduk sedikit berjauhan di sofa yang berseberangan dengan sofa yang duduki oleh nenek.

wanita di hadapan kami itu tersenyum lembut, lalu menatap kami bergantian. sungguh, tatapannya itu malah membuatku salah tingkah dan tidak nyaman.

“bagaimana?”. tanyanya.

“n..nee?”. tanyaku dengan sedikit terbata.

“apa masih belum ada tanda2?”

“tanda2?”. tanyaku lagi, karena aku benar2 masih merasa bingung dengan pertanyaanya, kelihatannya myungsoo sendiri juga bingung dengan apa yang dimaksud neneknya. kulihat dia menoleh ke arahku. membuat isyarat bahwa dia sedang bertanya kepadaku “tanda2 apa?”

“kalian kan sudah menikah…usia halmeoni semakin hari akan semakin bertambah tua, setidaknya sekali saja aku ingin merasakan menimang cucu buyutku sebelum aku mati”

“apa??!!”

myungsoo tampak sedikit terkejut dengan perkataan yang tiba2 di lontarkan oleh neneknya itu. sedangkan aku hanya diam. datar. tak ada ekspresi yang ingin aku tunjukkan. aku sudah tahu, cepat atau lambat pasti hal ini akan dipertanyakan.

“cucu buyut?halmeoni jangan bercanda, aku dan eun kyung saja tidak pernah akur, jadi mana mungkin…akh..”

kata2 myungsoo terpotong begitu saja saat kutendang kakinya dengan keras.

“apa kau bilang?kalian tidak…”

“a…anniyo halmeoni…maksud myungsoo, kami memang sering bertengkar, tapi pertengkaran kami itu tidak lebih dari bahan bercanda, kami tidak benar2 bertengkar seperti yang halmeoni pikirkan…”

nenek terdiam. raut khawatirnya itu masih tampak jelas di wajahnya. dia menatap kami secara bergantian.

“jeongmal?”. tanyanya dengan hati2.

“nee…apa halmeoni tahu?myungsoo itu orangnya perhatian dan lembut, dia memperlakukanku dengan sangat baik, dia sudah bilang bahwa dia akan berlajar untuk mencintai dan menyayangiku, dan begitu juga denganku, jadi halmeoni jangan khawatir, kami masih berusaha, nee?”. ucapku dengan lembut seraya meraih tangan myungsoo, lalu menggenggamnya. kulihat myungsoo menoleh ke arahku dengan tatapan tidak percayanya dan seolah ingin mengatakan “apa yang kau lakukan?apa kau sudah gila?”. namun aku tidak memperdulikan tatapannya itu. aku hanya berusaha memberi pengertian kepada nenek myungsoo.

nenek masih diam, tapi kemudian dia mengulas senyum tipis di bibirnya yang mulai tampak keriput itu dan mengangguk singkat.

“nee”. jawabnya.

aku tersenyum. merasa lega dengan jawaban nenek.

“baiklah, halmeoni pasti lelah, malam ini menginap disini saja, halmeoni bisa tidur denganku, biar myungsoo tidur di kamar tamu”

“ah..anni…halmeoni yang akan tidur di kamar tamu, kalian tidur saja di kamar kalian, aku tidak ingin kedatanganku ini mengganggu kalian…’

“hajiman…”

“sudah…sepertinya ini sudah malam, halmeoni juga sangat lelah, aku ingin istirahat”

nenek beranjak dari duduknya. lalu berjalan pergi meninggalkan kami berdua yang saling terdiam. hampir 2 menit berlalu. sepertinya nenek sudah masuk ke dalam kamarnya.

kuhembuskan nafasku sembari tertunduk dalam. lalu, seolah seperti tersadar, kutarik tanganku yang sejak tadi masih menggengam tangan myungsoo yang terasa dingin.

kutolehkan wajahku kearahnya yang sejak tadi menatap ke arahku dengan tatapan tidak sukanya.

“mianhe…”. ucapku.

dia masih mengintimidasiku dengan tatapan tajamnya. dia sama sekali tidak mengalihkan tatapannya.

“ikut aku!!’

“myungsoo!!”

 

2 menit kemudian…

BRAK!!

“YA!!”

aku berteriak kearahnya saat dia menarik tangan kiriku dengan kasar dan menyeretku dengan paksa ke kamar. dia membanting pintu kamar dengan keras. seolah dia tidak peduli bahwa nenek akan terbangun karenanya.

“apa yang kau katakan hah?!!”. tanyanya.

“apa??!!”

“menjijikan!!berusaha?cih!!jangan harap!!sampai kapanpun aku tidak akan menyentuhmu!!”

“lepas!!”

kutarik tanganku yang sejak tadi masih di genggam erat olehnya. namun dia tidak mau melepaskan genggamannya dan masih menatapku dengan tajam.

aku melengos kesal melihatnya.

“kau tahu?sejujurnya aku ingin sekali muntah saat mengatakan hal itu, kulakukan semua itu hanya untuk menjaga perasaan nenekmu, aku hanya tidak mau dia mati lebih cepat hanya karena terkejut saat tahu cucu dan cucu menantunya tidak akan pernah bisa memberikan hal yang paling dia inginkan sebelum dia mati!!jadi lepaskan tanganmu!!”

“LALU BAGAIMANA JIKA SUATU SAAT DIA MENGINGAT UCAPANMU TADI??!!BAGAIMANA KAU AKAN MEMBERIKAN ALASAN JIKA SAMPAI DIA MATI CUCU YANG SANGAT DIA INGINKAN ITU TIDAK PERNAH ADA HAH??!!”

sekali lagi kutarik tanganku dari genggamannya. namun dia tetap tidak mau melepaskan genggamannya. bahkan dia malah menggenggam pergelangan tanganku semakin erat.

“kubilang lepaskan!!kim myungso0!!’

kulihat rahangnya mengeras. sungguh, aku benar2 tidak bisa menebak apa yang dia pikirkan sekarang. aku meronta sekuat tenaga. namun dia tetap diam tak bergeming  dan menatapku tajam. seolah dia dingin dan beku.

beberapa menit berlalu. aku berhenti meronta, tapi tanpa kuminta tiba2 dia melepaskan tanganku begitu saja tanpa sepatah katapun.

“kau gila!!”. ucapku seraya mendorong tubuhnya. membuatnya sedikit mundur ke belakang.

aku terengah. merasa bingung harus melakukan apa di hadapannya kali ini.

“shin eun kyung…”

“aku ingin berhenti myungsoo…sampai kapan aku harus berpura2 bahagia bersamamu seperti ini?”

sontak air mataku merebak.

“sungguh…aku tidak menginginkan semua ini, aku merindukan kehidupanku, aku merindukan kebebasanku, aku merindukan kekasihku, aku merindukan howonku!!aku ingin berhenti…”

“ANDWE!!”

“wae?bukankah kau bilang kita ini tidak lebih dari 2 orang asing yang dipaksa untuk tinggal di dalam 1 kamar kos?hah?!!”

“tapi aku punya alasan untuk menahanmu…”

“apa?keluargamu?nenekmu?bukankah sampai detik ini kita sudah cukup keterlaluan dengan menyiksa perasaan hana dan howon?bahkan aku sudah tidak peduli jika keluargaku akan jatuh miskin jika kau menceraikanku sekarang juga!!”

dia diam. sedikitpun tak menjawabku. air mataku masih deras mengalir dari pelupuk mataku yang masih tetap menatap lurus ke arah kedua mata myungsoo. dia berjalan pelan ke arahku, kulihat tangan kanannya terangkat menyentuh pipiku.

aku sedikit terkejut saat dengan lembut dia menghapus air mataku. namun itu tak berlangsung lama, kutampik tangannya dengan kasar. aku tidak ingin dia menyentuh air mataku yang berharga.

“eun kyung…”

“aku lelah…aku ingin  tidur…”.

kupalingkan wajahku darinya. lalu berjalan menuju ranjang. aku membaringkan tubuhku dan menarik selimut tebalku sampai menutupi sekujur tubuhku.

kudengar langkah pelan myungsoo yang berjalan ke arah ranjang.

“aku tidak ingin kau tidur disini malam ini”. ucapku singkat. lalu semakin merapatkan selimutku.

 

Morning, pukul 07.00

Alarm jam wekerku berbunyi. tanganku meraba laci di samping ranjangku. mencari2 letak jam itu. kutekan tombol untuk mematikan alarm itu begitu jam weker itu ketemukan.

mataku masih sedikit terpejam. sejujurnya aku masih sedikit mengantuk, jika aku tidak ingat bahwa hari ini ada jadwal kuliah pagi mungkin aku akan kembali tidur setelah mematikan alarm itu.

aku hendak beranjak bangun dari tidurku, tapi tunggu, apa ini?. aku  benar2 terkejut saat kurasakan ada sesuatu yang melingkar erat di pinggangku.”tangan myungsoo?”. tanyaku dalam hati.

dengan tergesa aku menyingkap selimut yang kami gunakan. sungguh, pikiran kotor itu tiba2 merasuki otakku.

 

To Be Continue….

 

nah..ottokhae?awalnya lumayan kagak?-___-a
maklum, ini pertama kalinya saya bikin FF dengan Cast selain Geonil saya tercinta >_<v
jadi mohon maklumin ya kalau agak aneh..
untuk FF Pure Love/Black Wings*salah satunya* bakal saya Post *insyallah* tanggal 3 kalau tidak ada halangan..^___^b
tinggalin COMMENT PLEASE!!
DON’T BE SILENT READER!!

Advertisements

16 thoughts on “Time To Love [Chapter.1]

  1. Suka bangeeeets…!

    boleh ngasih kritik and saran kan?
    kritik: typo masih lumayan mengganggu mata..dan aku merasa ini ffmu dg typo terbanyak.
    saran: next partnya jgn lama2…baiknnya jgn kecepetan biar makin seru… bikin sesuatu yg mengikat mereka sehingga mrk gak bs pisah tp susah akurnya…!

    intinya AKU SUKA…!

    • gomawo atas kritik dan sarannya onn…
      Q malah suka jka da yg mw ngritik kyak gni,serius dah…0_0v
      iya,diliat2 emang typonya bertaburan nggak jelas banget,abs ini udah capek2x sih,memaksakan ngetik ampe o jam…u,u
      dan untuk klnjutannya,nnti dilihat…XD

  2. maap saya baru baca ._.v

    penganten baru yang sok romantis *digampar L* yaudah eunkyung sama L aja, howon buat saya *diinjek sungje*

    typomu masih lumayan unn ._.v hehe. kurangin dikit-dikit ya unn ._.v dan saya nunggu black wings dan pure love. haha

    • g pa2…
      Haha…g hrus kbur2 jg kok…XD
      mending telat kayak gni,drpda cepet2 tpi ujung2x abs baca diem2 g nngalin jjak apapun…u,u *ngenes liat viewer chart*T_T

      Iya,ini kemaren juga pada protes mslah typo,wah…tngnq parah…XD

  3. Waw Kim Myungsoo aka L jadi cast di ff ini, that’s cool. Mereka berdua kasihan dilematis juga Myungsoo and Eunkyung krn pernikahan yg mrk lakukan hanya u jaminan penyatuan perusahaan kedua keluarga tsb plus mrk berdua sebetulnya sama2 sdh pny kekasih. Myungsoo nya jahil banget disini.. Ditunggu kelanjutannya chingu, pure love and black wings nya juga sangat kutunggu kelanjutannya.. Thanks

    • wkwkwk…ini prtma klix q nyoba bkin ff dngn cast biasq slain geonil,awlx agk sdkit anh sih rsax,tpi sneng jg kl da yg merespon positi,hehe…..XD
      oke,bwt pure love ma black wings,sperti ktaq,insyaallah tnggal 3,q ushakan scpatx,nnggu q libur… 😀
      Gomawoyo..

  4. mbak..
    ini ini.. banyak typonya loh -_,-
    kebayang ngetiknya kyk dikejar setan(?)
    anyway kasian howon, udah cameo, diselingkuhi pula *plak
    eunkyung myungsoo penuhilah keinginan nenek sebelum mati dgn akur ya XD
    *lap ingus*
    di tunggu lanjutannya!!

  5. middle -_,- *ikutan emot magnae* XD
    saya dengan bangga menyerahkan gelar miss typo pada anda (?)
    over all saya selalu suka dengan karya anda tapi …..howon buat saya aja gimana? XD
    *lap ingus magnae*
    lanjut ya jenk *cipok basah* -3-

  6. dedet..jangan salahkan daku kalau aku jadi suka myungsoo gara-gara ff mu yah..hahaha
    lanjut det..wah ternyata marriage life toh,aku kira genre nya bukan marriage life..
    Keren det,lanjutkan..
    *Nje oppa..jangan marah yah kalau aku suka ama L lg skrg stlh berpaling ke donghae oppa,salahkan dedet karna sekarang saya suka L..XDD

  7. baru nemu ni ff ,
    cast nya
    myungsoo pula..
    Suka bnget,
    keren ceritanya
    thor,
    aku suka karakter
    myungsoo yg
    dingin n keras
    kepala tapi
    cerewet juga..
    Lanjut thor.

What Do You Think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s