Black Wings [Chapter.1]

Title : Black Wings
Author : KenAsuka MilkyWay

Cast : Park Geonil (Cho Shin Sung)
Park Gun Sung (Original Cast)

black-wings-trees-fly

“dia mencintaimu?”

“sangat”

“dia pernah membuktikannya?”

“tidak, tapi aku mempercayainya”

“kau yakin dia tidak berbohong?”

“aku tahu dia, aku memahaminnya, dia bukanlah namja yang mudah membuktikan sesuatu hanya melalui ucapannya”

“bagaimana kau bisa yakin dia mencintaimu?bahkan dia tidak pernah membuktikannya, pernahkah dia menyentuhmu?”

kututup buku tebal yang ada di atas mejaku. kutatap tajam wajah eun kyung dan sung ta. mereka adalah sahabtku. aku menyayanginya. namun aku membenci sikap mereka yang seperti ini. ini sudah yang kesekian kali mereka menyuruhku untuk memancing geonil agar dia mau menyentuhku. dan ini juga sudah yang kesekian kalinya aku menolaknya.

“dia mencintaiku, hanya akulah yang mampu memahami pemikirannya. dan cukup aku dan dia yang tahu seberapa jauh dia mampu menyentuhku”

kelasku kembali sunyi. kubuka kembali buku tebalku yang tadi sempat kututup, kedua sahabatku kembali bungkam.

aku tahu maksud mereka baik, namun geonil bukanlah namja yang bisa menjadi seperti kekasih2 mereka. hanya aku yang mampu mengetahui dan memahami apa yang ada di dalam pikirannya. dia berbeda.

@front of my home

aku berjalan pelan menuju pintu rumahku. namun langkahku terhenti saat tanganku sudah menggenggam handle pintu rumahku. kuhembuskan nadas panjang saat mendengar teriakan itu lagi. pertengkaran ayah dan ibuku, lagi2 mereka seperti itu, aku bosan mendengarnnya.

kuurungkan niatku untuk masuk ke dalam rumah. aku berbalik. lalu berjalan menjauh dari pintu rumahku. begitu aku keluar dari pintu gerbang rumah sederhanaku, aku berhenti sejenak. kukeluarkan satu pasang baju yang tadi di berikan oleh oleh sung ta dan eun kyung kepadaku. kugigit bibir bawahku lalu menghela nadas sejenak. sampai akhirnya aku mantab berjalan menjauh dari rumahku.

pukul 19.00 @front of geonil’s apartement

kelopak mataku terasa sangat berat. kakiku sepertinya sudah mulai kram.bahkan tubuhku mulai terasa kedinginan. kutekuk kedua kakiku. kuselipkan kedua tanganku di antara lututku agar terasa sedikit hangat. namun, kudongakkan kepalaku begitu ada seseorang yang berdiri di hadapanku.

geonil. sepertinnya dia baru saja selesai berolahraga di gym.

“oppa…”

dia meraih tas ranselnnya yang ada di punggungnnya lalu mengambil sesuatu dari dalamnnya, mengeluarkan sebuah handuk yang sedikit lebar berwarna biru lalu menyelimutkannya di tubuhku.

“pakaian apa yang kau pakai itu?”. tanyannya datar seraya merogoh saku celanannya dan mengambil card pintu rumahnnya, menggesekkan kartu itu di mesin pembuka pintu otomatis yang terpasang di samping pintu apartemennta. dan pintu itu terbuka setelah geonil memasukkan beberapa angka yang akupun juga tahu.

melihat pintu rumahnnya terbuka. aku berniat untuk berdiri dan mengikutinnya masuk ke dalam rumahnnya. namun, belum sempat aku berdiri tegak tiba2 geonil mendekatiku, lalu mengangkat tubuhku, menggendongku perlahan. sontak kukalungkan kedua tanganku di lehernnya. inilah dia, dia berbeda. tak ada yang mampu menebak apa yang dia pikirkan.

“oppa, kenapa…kau…”

“karena aku tahu kakimu kram, sudah berapa lama kau menungguku?”. tanyanya seraya menutup pintu apartemennya.

“baru 2 jam…”

dia diam lalu membawaku ke sofannya.

kulepaskan pelukanku di lehernnya begitu dia merebahkanku di sofa putih panjang itu sambil meluruskan kedua kakiku. dia berjongkok di samping kakiku. dengan sabar dia melepaskan ikatan tali sepatuku lalu melepas kedua sepatuku dari kakiku.

dia menatapku mulai ujung rambutku sampai ujung kakiku.

“kenapa berpakaian seperti ini?”

kukatupkan bibirku dan kutundukkan wajahku. menatap tank top putih longgar dan hot pant ketat pemberian sung ta dan eun kyung yang kini kukenakan.

‘aku…aku…”

“ini ulah teman2mu lagi?”

aku menganggukl pelan sembari kurapatkan kedua tanganku untuk menutupi tubuhku.kutarik handuknnya yang tadi dia berikan kepadaku sampai ke leherku.

“jangan menjadi gadis yang terlalu polos”. ucapnya lalu berdiri dan melepaskan kaos putih yang dia kenakan, kemudian melemparkan kaosnya ke atas ranselnya yang tadi dia jatuhkan di lantai yang tidak jauh dari sofa yang kududuki.

kuangkat wajahku. menatap lurus ke arah tato sayap besar berwarna hitam yang terukir indah di punggungnya.

“sudah makan?”

kugelengkan kepalaku pelan.”anni”

“tunggu sebentar, akan kubuatkan sesuat untukmu?”. ucapnya sambil berjalan meninggalkanku. namun baru beberapa langkah dia berjalan, dia berhenti sejenak, namun tidak menatapku.

“ganti pakaianmu, aku tidak suka melihatnnya, pergilah ke kamarku, pakai bajuku”

5 menit kemudian @kitchen

aku berdiri dan terdiam di ambang pintu dapur. menatap punggung geonil yang sedang membelakangiku. mengekspose tubuh belakangnnya yang memiliki tato sayap hitam itu.

perlahan aku mulai berjalan ke arahnnya yang kini sedang berdiri di depan kompor. sepertinnya dia sedang memasak sesuatu untukku.

aku sudah selesai mengganti pakaianku dengan pakaiannya. kugunakan kaos putih longgar miliknnya yang bergambar pororo. membuat kaos itu benar2 tampak kebesaran di tubuh kecilku.

kulakukan hal yang biasa kulakukan di saat pikiranku kacau. kupeluk tubuhnnya dari belakang. kueratkan pelukan kedua tanganku di perutnya. kuletakkan kepalaku di punggungnnya sambil kupejamkan kedua mataku. membuatnya tersentak karena terkejut. kelihatnnya sejak tadi dia tidak menyadari kehadiranku.

“gun sung…”. panggilnya sambil sedikit menoleh ke arahku yang masih memeluknnya dengan erat.

“kau mencintaiku kan?”

dia diam. kembali menatap panci yang mengeluarkan aroma sedap mi itu.

“kenapa kau tidak pernah mau mengatakan bahwa kau mencintaiku?kau tahu betapa tersiksanya aku saat teman2ku menghinaku karenamu?”

“bukankah kau tahu seperti apa aku?seperti apa perasaanku kepadamu?dan seperti apa sifatku?”

“hajiman…”

“aku memang bukan orang yang mudah mengumbar kata cinta gun sung, tapi satu hal yang harus kau tahu, aku tidak pernah menunjukkan sayapku kepada siapapun, dan hanya kaulah satu2nya orang di dunia ini yang kuijinkan untuk menyentuhnya, jadi sekarang terserah bagaimana pendapatmu tentangku”.

kupejamkan mataku. lalu meraba punggungnya perlahan saat air mataku menetes. pikiranku memang sedang kalut. perkataan teman2ku, pertengkarang kedua orang tuaku yang selalu kudengar setiap hari, semuannya benar2 memuakkan.

“oppa…”. dia diam. tak menjawabku. tatapan tajamnya masih menatap lurus panci mi yang airnya sudah mendidih itu. membuatmi di dalamnya menjadi sangat lembek. namun aku tahu, di dalam diamnyapun dia selalu mendengar dan memikirkanku. “hari ini teman2lu memang menyuruhku untuk melakukannya denganmu oppa, namun aku menolaknya, bagiku… kau ijinkan aku menyentuhmu seperti ini saja, aku benar2 sudah merasa sangat bahagia”

tanpa kuduga, tangan kanan geonil tiba2 menyentuh punggung tanganku yang kini masih memeluk pinggangnya.

“lalu?”. tanyanya.

“appa..eomma…sepertinya mereka tidak pernah mengenggap keberadaabku, rasanya aku benar2 frustasi, begitu banyak hal yang mengganggu otakku oppa, dan aku membutuhkan sayapmu…”

‘lalu?”

“bagiku…kau adalah ibuku…kau adalah ayahku…kau adalah kakakku…kau adalah sahabatku…kau adalah penghuni hati dan otakku…kau segalannya untukku oppa…aku ingin selamannya kau tetap mengijinkanku untuk tetap  berlindung di bawah bentangan sayapmu…geonil…”

dia terdiam kembali. namun, tangannya yang tadi menyentuh punggung tanganku, kini bergerak mematikan kompor yang ada di hadapannya.

dia melepaskan pelukanku di pinggangnya. aku sedikit terkejut saat dia memaksaku untuk melepaskan pelukanku darinya. namun aku hanya bisa diam saat tiba2 dia membalikkan tubuhnya dan memelukku dengan erat.

“oppa…”

“aku tidak mengatakannya bukan berarti aku tidak mencintamu, bukankah kau tahu seperti apa aku?”

aku mengangguk. namun tetap berdiam diri merasakan pelukan tubuhnya.

“aku tidak menyentuhmu sedikitpun bukan berarti aku tidak menganggapmu, justru karena aku menghargaimu sebagai wanitaku, makannya aku tidak mau mempermalukanmu dengan kelakuan bejatku, apa kau ingin aku berubah menjadi namja brengsek yang hanya ingin menidurimu?jika memang itu maumu, aku bisa saja merusak masa depanmu sekarang juga”

aku memeluknya erat lalu menggeleng cepat.

“anni!!aku tidak mau”

dia kembali diam. kurasakan salah satu tangannya mengusap rambut panjangku yang tergerai hampai sampai ke pinggangku.

“hajiman…apa yang selama ini dikatakan oleh teman2ku tidak benar kan?aku hanya merasa sedikit terusik oleh perkataan yang mereka katakan”

“apa yang mereka katakan sampai mengusikmu?”

kuhembuskan nafasku, dan kuyakin hembusan nafasku pasti akan membuat dadanya terasa hangat.

“mereka…mengatakan…kau memang bukan laki2 yang mampu menyentuhku”.

geonil mendorong tubuhku. memaksaku melepaskan pelukannya dariku. dia menatap tajam ke arahku. aku tahu itu adalah tatapan marah dan tidak suka.

“oppa…”

“ikut aku!!”

belum sempat aku mengatakan spspun, tiba2 geonil menarik tanganku dengan kuat. aku tidak tahu dia ingin membawaku kemana, maka dari itu aku hanya menurut saja saat dia menarikku seperti itu.

namun aku sedikit berteriak saat tiba2 dia mengajakku ke ruang tamu, lalu mendorongku ke sofa berwarna coklat yang ada di ruangan itu. membuatku terlempar dengan posisi tengkurap.

“oppa..apa yang kau lakukan?!!”. teriakku begitu dia membalik tubuhku lalu menaiki tubuhku dan menghimpit kedua pahaku dengan pahanya.

“bukankah ini yang sejak dulu kau inginkan hah??!!”. ucapnya seraya membuka ikat pinggangnya dan menurunkan risletingnya.

“ANNYA!!bukan ini yang kumau!!kau salah paham, aku benar2 mencintaimu oppa, sungguh…”

namun seolah dia sudah tidak mau mendengarku lagi. dia malah semakin mengeratkan himpitan pahanya di tubuhku. dia mengunci kedua tanganku di samping telingaku.

“mencintaiku kau bilang?”. tanyanya seraya mendekatkan wajahnya kepadaku. membuatku merasa sedikit takut dengannya.

“bu..bukan ini yang kumau oppa…jeongmal…sekali saja, aku hanya ingin mendengarmu sekali saja mengatakan bahwa kau mencintaiku, hanya itu..”

“kau ingin aku mengatakan itu?haruskah aku menjadi pria konyol yang mengatakan hal menjijikan seperti itu?klalu untuk apa kau mengatakan bahwa aku adalah pria yang tidak mampu menyentumu?untuk apa kau merasa terusikdengan perkataan teman2mu?untuk apa kau harus menuruti perkataan mereka??!!untuk apa hah??!!atau sejujurnya itu memang keinginanmu sendiri??!!kau ingin tidur denganku lalu menceritakannya kepada teman2mu seperti apa malammu bersamaku??!!apa kau akan merasa hebat setelah kau berhasil menahlukanku?begitu?”

“OPPA!!”

“diam kau!!”. ucapnya seraya melepaskan tangan kanannya yang mengunsi tangan kiriku.

namun, belum sempat aku bernafas lega tiba2 tangan kanan geonil menelusup di belakang leherku, mencengkeram belakang leherku sampai membuatku kesakitan.

aku berontak saat tiba2 geonil berusaha menciumku dengan paksa.

“annia..jangan lakukan ini geonil…jebal…”. ucapku di antara tangisku, aku masih tetap berusaha menghentikannya walaupun sepertinya semua itu sia2.

geonil mebekap mulutku dengan tangan kanannya. sedangkan tangan kirinya bergerak liar berusaha melepaskan bajunya yang kukenakan. seolah ingin cepat2 menelanjangi tubuhku.

PLAK!!

terhenti.

semuannya terhenti.

baik aku dan geonil sama2 berhenti. secara tak sengaja tanganku yang tadi sempat dia lepaskan akhirnya bergerak menampar pipi kirinya. air mataku masih tak mau berhenti untuk mengalir. aku menatapnya yang masih terengah.

“kau selalu seperti ini, dingin, sampai kapan kau mengacuhkanku dan tidak mau menganggapku geonil?seperti inikah caramu menunjukan seperti apa perasaanmu kepadaku?”. aku berhenti berbicara sejenak.”kalau kau memang ingin memperlakukanku seperti gadis murahan, ayo..lakukan, lalu buang aku setelah ini..”. ucapku kemudian.

geonil masih tetap dia termangu. sampai akhirnya dia bergerak turun pelahan dari atasku dan berjalan perlan meninggalkanku yang masih berbaring di atas sofa. aku menangis semkin keras, lalu bangkit dan duduk. kusembunyikan wajahku dengan tangaku. lalu aku menangis semakin keras.

30 menit berlalu. aku masih tetap berdiam diri di atas sofaku. entah kenapa. tiba2 rasa bersalah muncul di dalam fikiranku.

akulah yang sudah mebuat geonil seperti ini. akulah yang memancingnnya. akulah yang membuatnya sampai bertindak bruital seperti tadi.

akhirnya aku berdiri dari dudukku. kuhapuskan keegoisanku. aku mengalah.aku berjalan ke arah kamar geonil. berniat menghampirinya yang sejak tadi masih berdiam diri di kamarnya.

aku berhenti sejenak di depan pintu kamarnya. kulihat dia sedang duduk di tepi ranjangnya. dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. dia tertunduk lemas.

kuberanikan diri mendekatinya. perlahan aku duduk di sampingnya. kusentuh rambutnya lalu kuusap dengan lembut.

“mianhe”. ucapnya tiba.”aku benar2 minta maaf gun sung…”

dia mengangkat wajahnya dan menoleh ke arahku. kupaksakan bibirku untuk menarik sebuah senyuman.

“g..gwaenchana..”

“sekarang kau takut kepadaku?”

aku menggeleng cepat.

“aku ini…”

“aku ini orang yang mencintaimu oppa…sekarang aku tidak peduli walaupun sampai mati kau tidak mau mengatakan bahwa kau mencintaiku, asalkan kau ijinkan aku mencintaimu, aku sudah sangat berterima kasih..”

“apa yang membuatmu seperti ini?aku ini..”

“kau mau bilang kau monster dingin yang kejam?aku tahu, tapi sungguh, sepertinya aku tidak bisa hidup tanpa sayapmu, aku benar2 membutuhkanmu, kumohon jangan tinggalkan aku, aku bisa mati jika kau meninggalkanku oppa, aku..”

belum sempat aku melanjutklan kata2ku tiba2 geonil menarik lenganku dengan kuat. lalu menciumku. tepat di bibirku. mataku terbelalak. beberapa kali aku aku mengerjabkan mataku saat geonil menghisap bibirku dengan kuat. nafasku seolah sesak, aku tidak bisa bernafas.

tangan kanan geonil menarik tengkukku. membuat bibirnya semakin menekan bibirku. kupejamkan mataku. jantungku benar2 berirama tidak menentu  saat geonil mulai berani melumat dan mengisap bibirku. bahkan akupun hanya bisa diam tanpa bisa melawannya saat tiba2 dia mendorongku. membuatku jatuh terbaring di atas ranjangnya. dia kembali menciumku sesaat setelah ciumannya kepadaku sempat terlepas. kusilangkan kedua tanganku di dadaku. memberi jarak antar aku dan geonil. sedangkan kedua tangan geonil hanya terdiam di kedua sisi kepalaku, tepat di samping telinga kanan dan kiriku. seolah hanya untuk menahan berat tubuhnya.

beberapa menit berlalu. geonil berhenti. dia menjauhkan wajahnya. melepaskan bibirnya dari bibirku. perlahan dia bergerak ke telinga kiriku. lalu berbisik lirih. sangat lirih. sampai aku harus benar2 menjamkan pendengaranku agar aku bisa mendengarkan apa yang dia katakan.

“dengarkan ucapanku ini, hanya kali ini dan aku tidak akan mengulanginya, aku mencintaimu…”

aku tersentak. kutatap kedua matanya. aku benar2 tidak percaya dengan apa yang kudengar. namun semua lamunanku terhenti saat dengan lembut geonil mencium pipiku.

“saranghae…jeongmal saranghae…”. ucapnya lagi seraya memelukku dengan erat.

To Be Continue…

how about this new story?
awal yang bagus atau awal yang burk..u___ua

Advertisements

16 thoughts on “Black Wings [Chapter.1]

  1. hueeee good! walaupun saya belom ngerti karakter 2gun disini kayak apa /plak

    kukira unnie ngepost pure love lagi. hahaha XD

    Trully aku lebih suka ending ngegantung kayak gini. tapi kayaknya konfliknya bakal lebih seru di next part.

    ehm sedikit komentarin satu kata. ‘acuh’ itu artinya peduli. jadi kalo karakter gonil ga peduli itu berarti ga acuh. itu aja 😀

    NEXT! 😀

    • hahaha….enggak,blum saatx ngepost part 5,biar readerx lumutan dlu,bru d post…XD

      oh iya,maklum,itu kburu…
      Udh gt g da jiplakanx,lngsung d pkir,lngsung d ktik,rncnax sih mw d bkin oneshoot,tpi g jdi…

      Maaf,itu emang slah,hrusx bkan pke kta mengacuhkan,tpi tidak menghiraukan…
      Kburu2 ampe amburadul smw gni..

  2. keren new story na…..
    Suka bgt ma cerita na….
    Karakter geonil yang dingin bikin cerita na makin keren n bikin qt penasaran.
    Lanjut onnie….
    next story na… Jangan lama2 ya…..heheheheheheehhehe

  3. keren new story na…
    suka bgt ma cerita na…
    Karakter geonil yg dingin d sini bikin cerita na jd keren n bikin penasaran aja…..
    Hehehehe……
    Lanjutin next story na ya oenny….
    jangan lama2 ya hehehehehhehe

  4. huaaa… nahan napas euyy,,
    suka suka nih ff
    ditunggu next chapternya eon^^
    si gun sung nya kasian yah unnie
    untuk ada geonil,walo sikapnya dingin,tapi geonil tetep sayang sama gun sung

  5. Huaaaa…ada ff baru, keren ceritanya geonil kesannya dingin banget tapi aku merasa tetap hangat kok…!

    WARNING…!?
    sejak kapan mrs geonil jadi miss typo?

  6. uwaaaaa daebak.. geonil.x so sweet banget… sayap.x itu ommo buat aku jatuh hati sama ff ini… onnie next part jngan kelamaaan…. reader setiaaa aku jngan kecewakan aku maka.x jngan lama lama buat posting kelanjutan.x…

  7. Awal yg bagus, kayaknya Gun Sung cinta mati banget sama Goenil.. Apalagi ia pusing dgn pertengkaran orang tua nya dan bingung untuk berpijak dan bersandar pada siapa.. Smg Goenil selalu mencintai Gun Sung

  8. Annyeong!! saya pengunjung baru.. ngubek” yang castny masih terasa asing untukku.. Park Geonil.. jujur aku gak tahu siapa dy.. hheehhee maaf.. tapi d.ff ini penggambaran karakter Geonil bikin aku jatuh cinta.. dingin… dan sepertinya Geonil bener” cinta sama yeojanya… wahhh… bolehkah aku baca ff geonil yg lain? daaannnn… bolehkah aku jatuh cinta sma Geonil?? hhiihhii *d.getok yeong woon*

  9. ini sih udah setengah NC~ ==;
    gak salah ada warning waktu mau buka ff ini kmaren :b
    okelah, gunsung gatel emang =v=)b
    *iket geonil*
    *buang*
    *kabur*

  10. Akhirny nca jga ,,,
    Mmm kehidupan gun sung agak menyedihkan klurga gk harmonis, di bully pula
    Ckckckc , untuk ad geonil yng cinta,
    Dn kykny gunsung cinta bget ama geonil ..
    Nice story saeng ,.,
    Gomawo ^ ^

What Do You Think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s