Pure Love (Chapter.1)

Judul : Pure Love
Cast : Park Geonil (Cho Shin Sung)
Park Gun sung (Original cast)
Hyorin (Sistar)

Better read this story while listening this song Mp3

“ayo masuklah, tidak perlu sungkan”. kudengar suara namja itu mempersilahkan seseorang untuk masuk.

“oppa….”. aku berteriak lirih, hendak memanggilnya. namun suaraku terputus saat aku menolehkan wajahku kearahnya.suaraku seolah berhenti dan tersangkut di tenggorokanku.

kuhembuskan nafasku dengan kesal saat geonil lagi2 melakukan hal yang sangat kubenci. membawa wanita. itulah kebisaannya yang sejak dulu sangat kubenci. dan dia sudah melakukannya puluhan kali dihadapanku. walaupun aku tahu bahwa wanita2 itu adalah teman2 kampusnya, namun aku tetap tidak suka jika dia membawanya kesini, kerumahku, kerumah kami.

“oppa…”. panggilku lagi.

“tunggu sebentar gun sung, nanti saja, sekarang aku harus mengerjakan tugasku dengan hyorin”. ucapnya sambil tersenyum tipis sekejap lalu menarik tangan gadis itu dan mengajaknya menaiki tangga.

“siapa dia?”. tanya yeoja yang sepertinya bernama hyorin itu.

“aku ini…”

“dia adikku”. jawab geonil singkat lalu kembali menarik tangan hyorin dan mengajaknya masuk ke dalam kamarnya.

DEG!!

“adik?dia bilang aku ini adiknya?apa dia tidak salah bicara?”. batinku sambil menatap tidak percaya ke arahnya yang berjalan memunggungiku. “tega sekali kau memotong perkataanku dan mengatakan bahwa aku ini adikmu”. gumamku sambil tersenyum masam.

selalu seperti ini. setiap pulang kuliah dia selalu datang dengan membawa gadis yang berbeda. mengacuhkanku seolah aku ini sampah yang belum sempat dia buang. lalu dengan santainya menggenggam tangan gadis2 itu tepat di depan mataku. dan mengajak mereka memasuki kamarnya lalu menutup dan mengunci kamarnya serapat mungkin.

“hah…tuhan, sampai kapan kau akan mencabut perasaanku yang sudah kau tanam sedalam ini untuknya?aku benar2 lelah dengan semua yang sudah dia lakukan”. ucapku pelan seraya menggigit bibir bawahku. berusaha menahan air mataku agar tidak terjatuh.

kutundukkan wajahku saat pertahananku goyah. air mataku meleleh membasahi pipiku. kututup wajahku saat aku tak mampu lagi menahan suara tangisku. kusentuh pegangan kursi yang kududuki dan menatap lurus kedua kakiku.

“aku tahu aku adikmu, tapi bukankah itu hanya masa lalu?jika sekarang kau masih menganggapku hanya adikmu lalu kenapa kau menentang appa dan eomma saat mereka melarang hubungan kita?bukankah kau bilang kau lebih suka menjadi kekasihku daripada hanya sekedar mejadi kakak angkatku?”. gumamku pelan kepada diriku sendiri.

kuangkat wajahku, lalu kutatap halaman belakang yang ada di hadapanku. kuseka air mataku dengan tangan kananku. kuhela nafas berat sesaat sambil kutatap kedua kakiku lagi.”apakah kejadian malam itu sudah merubah perasaanmu kepadaku?lalu apa gunanya usaha kita selama ini untuk membuat appa dan eomma merestui kita?bukankah pada akhirnya kau akan bosan kepadaku lalu mencampakanku seperti kau mencampakkan kekasih-kekasihmu yang lain saat kau sudah bosan?jika aku tahu pada akhirnya semua akan menjadi seperti ini, lebih baik aku memilih untuk selamanya menjadi adikmu dan mengubur dalam2 perasaanku tanpa menaruh sedikitpun harapan kepadamu saat kau bilang bahwa kau mencintaiku, aku benar2 menyesali malam itu oppa, seharusnya aku tidak mengiyakan ajakanmu untuk….”. kuhentikan kata2ku sendiri. dadaku terlalu sesak untuk mengingat kejadian malam itu.

flashback….

6 bulan lalu @my bedroom.

“ayolah gun sung, kau ini sudah 19 tahun, haruskah kau menuruti larangan appa dan eomma seperti saat kau datang kerumah kami untuk pertama kalinya?hei…kau ini sudah dewasa, kau harus punya pilihan sendiri, kau bukan lagi bocah ingusan, kau bukan lagi gun sung yang masih berumur 4 tahun, kau tidak sama lagi dengan anak kecil yang baru saja diangkat anak oleh orang tuaku 15 tahun yang lalu”

“tapi oppa….”

“tidak perlu takut, mereka tidak akan tahu, percayalah…lagipula hari ini appa dan eomma sedang keluar kota,jadi apa yang kau takutkan?kutunggu kau di kamarku, aku akan bersiap, aku tidak ingin mendengar alasanmu lagi”

“tapi jika seperti ini rasanya kita seperti sedang membohongi mereka”. ucapku sambil membuang muka ke sisikiriku.

“ya….dengarkan aku, mereka sudah merestui kita, jadi kupikir jika kita berdua bersenang2 sebentar di belakang mereka, itu tidak ada salahnya, mereka juga pasti akan maklum aegi…”. ucapnya seraya menyentuh kedua pipiku, mengusapnya dengan lembut dan tersenyum tipis. seolah dia benar2 ingin meyakinkanku bahwa apa yang akan kami lakukan adalah hal yang wajar dan tidak salah.

“tapi…”

“aku berjanji hanya sekali ini saja, ottokhae?”. ucapnya sambil melepaskan tangan kirinya dari pipi kananku lalu menggengam tanganku dengan lembut.

kutundukkan wajahku pelan sambil menghembuskan nafasku sekejap. sampai akhirnya aku mengangguk pasrah. “baiklah…”. jawabku singkat.

kulihat geonil menarik sudut bibirnya dan tersenyum tipis. dia memelukku dengan lembut dan berbisik lirih tepat di samping telingaku. “tidak perlu takut aegi..aku tidak mungkin akan mengajakmu ke jalan yang salah,arraseo?”

“nee..”.

“baiklah..kutunggu di kamarku”.

dia melepaskan pelukannya padaku, lalu beranjak berdiri dan keluar dari kamarku.

@six star club

“kau tidak menikmati semua ini?”. Tanya geonil sambil tersenyum manis dan mengangkat gelasnya di hadapanku. Kupalingkan wajahku darinya.Menatap sekerumunan orang yang sedang asyik menari di lantai bawah, mengikuti dentuman musik yang menghentak di lantai bawah.

Kurasakan geonil menggeser tubuhnya dan duduk lebih dekat disampingku.Tangan kirinya merangkul pundakku dengan erat, sedangkan tangan kanannya mengambil botol vodka yang ada di hadapan kami, menuangnya kedalam gelas kecil yang ada di hadapannya. Geonil tak menghentikan minumnya walaupun dia sudah menghabiskan hamper setengah dari botol besar itu.

Dan saat dia hendak menuang lagi, aku segera meraih gelas yang sudah hampir menempel di bibirnya itu.

“sudah cukup!!kita pulang”.ucapku singkat.

“pulang?”. Tanyanya seraya melirik arloji di pergelangan tangannya.”Ini masih pukul 11 malam, orang2 akan menertawakan kita jika kita pulang dari club pukul 11 malam, bahkan kau belum minum sedikitpun”

“aku sudah bilang, aku tidak suka minum!!”.

“ya…tidak perlu berteriak sekeras itu aegi….bukankah saat aku berada di kamarmu aku sudah bilang bahwa aku ingin mengajakmu bersenang2 di club?tapi sekarang sedikitpun kau tidak minum”.

“sejak awal bukankah aku sedah mengatakan kepadamu bahwa aku tidak mau?tapi kau yang tetap memaksaku untuk tetap kesini bukan?”

“hah…baiklah…baiklah…aku tahu… 1 jam lagi kita pulang”

“tidak!!aku akan pulang sekarang, kau pulang atau tidak, itu terserah, aku tidak peduli!!”. Ucapku seraya berdiri dan menggeser tangannya dari pundakku.

Namun saat aku berdiri, geonil menggenggam tangan kananku.Dia berdiri setelah meminum 1 gelas kecil vodkannya yang sudah terlanjur dia tuang.

“baiklah, kita pulang”. Ucapnya sambil berjalan dan menarik tanganku.

Namun aku segera menahan tubuhnya begitu keseimbangannya goyah.

“gwaenchana?”. Tanyaku sambil menahan tubuhnya.

Dia mengerjabkan matanya beberapa kali sambil berpegangan dipundakku.

“oppa…”

“gwaenchanayo…khajja…”

Aku masih ragu saat mendengar ajakannya.Namun akhirnya aku menurutinya juga.Aku berjalan di belakangnya, sedangkan dia hanya menatap lurus kedepan sambil terus menggenggam erat tanganku.Menerobos ratusan orang yang sedang asik menari di lantai bawah club.

Beberapa menit kemudia kami sudah sampai di tempat parkir.Selama kami berjalan bersama dia tidak bicara sedikitpun. Aku hanya diam saat memperhatikan cara berjalannya yang sedikit sempoyongan.

“apa sebaiknya kita naik taksi saja?”

“anni, aku ini masih sadar,cepat naik”. Ucapnya sambil menaiki motor balap berwarna hitam miliknya. Dan mau tidak mau , akupun naik ke boncengannya. Kurapatkan tubuhku padanya dan kupeluk erat tubuhnya.Aku tersenyum kecil saat melihatnya menaikki motornya, tampak sangat mengagumkan.

Beberapa puluh menit berlalu.Aku masih memeluk tubuhnya.Namun segurat kekhawatiran itu terselip di hatiku saat geonil mulai tidak mampu mengendalikan kesadarannya.Dia melajukan kendaraannya dengan sangat cepat, lalu tiba2 menjadi pelan, semakin pelan, namun tanpa berkata apapun dia menarik gas sampai di atas rata2, membuat sepedanya melaju sekitar 100km/jam.Aku berteriak.Namun sepertinya dia tidak mendengarku.

“bisakah kau lebih pelan?kau benar2 membuatku khawatir”.

Dia diam, sama sekali tidak menggubrisku. Namun aku membelalakan mataku saat kulihat ada sebuah mobil yang melaju kencang berlawanan arah dengan kami. Tepat di depan kami. Pengendara mobil itu mengerem mobilnya. Namun terlambat….

“OPPA….AWAS!!!BERHENTI!!!”

BRUAAKKK!!

Lalu semuannya gelap.Mataku tak mampu merekam lagi semua hal setelah itu.

End of flashback..

Aku masih terdiam di kursiku.Kursi roda yang selama 6 bulan belakangan ini selalu setia menemaniku.Nafasku masih terasa sesak.Walaupunjak tadi.aku terus berusaha menahannya se namun tangisku terhenti seketika saat kudengar ada 2 pasang langkah kaki yang menuruni tangga. Kuhapus air mataku dengan segera sambil kutolehkan wajahku kearah tangga. Kedua mataku menatap lurus 2 orang yang sedang asyik berbicara itu.Gadis bernama hyorin itu benar2 membuatku muak.Dia berjalan disamping geonil sambil memeluk lengan geonil dengan erat.

Kupalingkan wajahku dari mereka, lalu kembali menatap lurus kearah taman belakang melalui kaca transparan itu.

“gun sung, aku harus mengantarkan hyorin pulang sek…”.

“tidak!!dia akan pulang sendiri, kau harus tetap disini, ada yang ingin kukatakan kepaadamu”

Geonil mengernyitkan dahinya, seolah tidak tahu dan tidak mengerti dengan apa yang aku lakukan. Kupalingkan wajahku dari taman itu dan kembali melirik kearah mereka. Kugerakkan kursi rodaku kearah mereka dan berhenti sekitar 5 meter didepan mereka berdua, lalu kutatap lurus kedua mata hyorin.Kuamati tubuhnya mulai ujung rambutnya sampai ujung jari kakinya, sengaja membuatnya risih dengan tatapanku.Aku tersenyum masam kearahnya.

“lepas tanganmu darinya”. Ucapku datar.

“mwo?”

“APA KAU TULI??!!KUBILANG LEPASKAN TANGANMU!!MENJAUHLAH DARI GEONIL!!DIA ITU KEKASIHKU!!”

Kuteriakkan semua kata2 yang selama ini selalu ingin kukatakan kepada setiap gadis yang dia bawaa kerumah ini.Nafasku terasa memburu. Mataku memanas, sampai air mataku meleleh membasahi kedua pipiku. Dadaku rasanya sesak sekali saat aku melihat gadis itu masih memeluk erat lengan geonil.

“kubilang lepaskan tangannya…KUBILANG LEPASKAN!!”

Sontak hyorin melepaskan tangannya dari geonil begitu melihatku meraih vas bunga yang ada di atas meja yang ada disampingku dan melemparkannya tepat di depan kaki mereka.

Sedangkan geonil hanya diam ternganga melihat semua yang kulakukan.Begitu aku terdiam, geonil mulai melangkah pelan kearahku.Sedangakn hyoriny yang tampak ketakutan segera berbalik dan berjalan keluar dari rumah kami.

Geonil berjalan mendekatiku.Lalu perlahan berjongkok dihadapanku.Tangan kanannya bergerak mengusap rambutku dengan lembut.Dia hanya memandangku, tanpa mengatakan sepatah katapun.

“wae?kau terkejut dengan semua sikapku?!!!kau ingin mengatakan bahwa….”

“nee, aku terkejut dengan semua sikapmu, kau benar2 berhasil membuatku terkejut”

“cih!!apa kau juga ingin mengatakan bahwa kau tidak mengenaliku yang seperti ini??!!”

“nee, kau membuatku merasa bahwa kau ini adalah orang lain”

“aku memang orang lain…AKU INI MEMANG ORANG LAIN GEONIL!!jadi jangan pernah menganggap aku ini adikmu!!”

Geonil menurunkan tangannya dari kepalaku, lalu menggenggam kedua tanganku yang berpegangan pada pegangan kursi rodaku.tatapan sayunya masih tampak di keduabola matanya.

“sekarang katakan apa yang kau inginkan gun sung, keluarkan semua yang kau rasakan selama ini, aku akan mendengarkan semua yang ingin kau katakan kepadaku”.

“mendengarkan?hanya itukah yang bisa kau lakukan?kau pikir semua rasa sakitku akan hilang begitu saja hanya dengan melihatmu mendengarkan semua perkataanku??!!tidak!!kau tidak tahu dan tidak pernah mau tahu dengan apa yang kurasakan oppa!! Kau pikir aku baik2 saja saat melihatmu setiap hari pulang dengan gadis yang berbeda ke rumah ini?kau pikir hatiku tidak sakit saat melihatmu mengacuhkan saat kau membawa yeoja2 itu masuk ke dalam kamarmu dan menutup rapat2 pintu kamarmu??!!KAU PIKIR AKU INI APA HAH??!!kenapa kau lakukan semua itu kepadaku?jika sejak awal kau hanya ingin bermain2 saja denganku, lalu kenapa kau membuatku mencintaimu sampai seperti ini?!!kau seolah mengajakku terbang tinggi kelangit lalu sekuat tenaga kau hempaskan aku ke bumi sampai aku terperosok ke dalam lubang yang sangat dalam, kau tahu bagaimana rasanya?sakit…benar2 sakit… dan apa kau tahu bagaimana rasanya disebut sebagai seorang adik oleh orang yang kau cintai?itu rasanya lebih sakit daripada kau menyayat kulitku dengan pisau yang sangat tajam!!kenapa kau tidak mau mengakuiku sebagai kekasihmu?!!apa kau malu?apa karena kau sekarang jijik melihatku yang lumpuh seperti ini?KENAPA KAU LAKUKAN ITU GEONIL!!kenapa…??”. tanyaku saambil menutupi wajahku dengan kedua telapak tanganku, berusaha menyembunykan tangisku darinya. “ aku hanya ingin menjadi sesuatu yang berarti untukmu, sesuatu yang kau perhatikan… aku hanya ingin kau menjadi seseorang yang selalu ada untukku…:. Gumamku lirih.

Hampir 1 menit berlalu. Namun tak sedikitpun geonil bergerak.Yang kudengar hanya suara deru nafasnya.Setelah kurasa sedikit tenang, perlahan kuturunkan kedua tanganku.kulihat dia masih di hadapanku.Menatapku dengan wajah sedihnya.Dia menatapku tanpa berkedip. Kulihat setetes demi setetes air matanya mulai menetes dari pelupuk matanya. Aku terdiam menatapnya.Mulutku sedikit ternganga.

Perlahan dia melepaskan genggaman tangannya kepadaku.Lalu tangan kirinya bergerak meraba pinggangku.Dan tanpa kuduga dia menyandarkan kepalanya dipangkuanku.Tangan kirinya yang tadi ada di pinggangku untuk sesaat, sekarang beralih, dia menarik tangan kananku dan meletakkannya di kepalanya.Seolah memintaku untuk mengusapnya.

Aku tak bias mengelak lagi. Aku hanya bias terdiam dan menurutinya. Kulihat dia memejamkan matanya, seakan dia sedang menikmati setiap belaianku di kepalanya.

Perlahan, setetes air mataku kembali menetes dari pelupuk mataku yang tadi hampir mengering.Tanganku yang semula hanya diam kini mulai bergerak mengelus rambutnya.

“sungguh, aku berani bersumpah atas naama tuhan aegi, itu sama sekali bukan maksudku, aku tidak ingin kau memaafkanku karena aku terlambat menjelaskannya kepadamu, tapi kumohon beri aku 1 kesempatan agar kau bersedia mendengarkan semua yang kukatakan, kau boleh menganggap semua yang kukatakan ini hanya sebuah alasan dan omong kosong belaka, namun…untuk sekali ini saja, dengarkan aku…jebal…”. Ucapnya seraya mengeratkan pegangannya di pinggangku.”aku tidak pernah menghianatimu sediktpun gun sung, aku tidak pernah mempermainkanmu, sedikitpun tidak pernah terbersit di otakku untuk menjadikanmu boneka mainanku, aku tahu….kau mungkin tidak bisa mempercayai semua kata2ku karena kaupun tahu, sebelum aku menjadi milikmu, aku selalu mengencani gadis2 yang jumlah pastinyapun aku sendiri juga tidak tahu. tapi kau harus tahu, aku benar2 bersungguh2 dengan perasaanku kepadamu, aku mengatakan kau adikku, bukan karena aku malu mengakuimu sebagai kekasihku, tapi aku hanya tidak ingin teman2ku memandangmu rendah karena kau tinggal serumah denganku disaat kau masih belum menjadi istriku, aku hanya ingin menjagamu aegi…”

“tapi kenapa?kenapa kau tidak pernah ada untukku?bahkan saat kita makan di meja yang samapun, kau selalu duduk berseberangan denganku, seolah kau ingin membuat batas pemisah yang kokoh di antara kita, apa kau jijik melihatku yang sekarang lumpuh dan menjadi tidak berguna seperti ini?”?

“anni!!sungguh itu tidak benar gun sung!!kenapa kau bisa berfikir seperti itu gun sung?!!”. tanyanya seraya mengangkat wajahnya dan menatap lurus kedua mataku dengan tatapan yang seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja kukatakan.

“karena…”

“apa?kau mau bilang…”

“jangan memotong perkataanku…”. kutundukkan wajahku saat dia menatapku dalam. kuremas tangan kanannya yang menggenggam tangan kiriku dengan lembut.” karena sejak aku lumpuh dan menjadi tidak berguna seperti ini, kau selalu menolakku, menolak untuk menyentuhku yang menjijikkan seperti ini, jangankan untuk menyentuhku yang menjijikkan seperti ini, untuk memelukmu yang ada di hadapankupun rasanya seperti tidak mungkin”

“aegi…”

sontak kubelalakan mataku saat tiba2 geonil memelukku dengan sangat erat. dia menenggelamkan wajahnya di leher sampingku. kurasakan hembusan nafasnya terasa sangat hangat menerpa kulit leherku.

“o..oppa…”

“mianhe…aku ini memang bodoh, seharusnya aku menyadarinya sejak dulu, seharusnya aku memahamimu yang membutuhkanku di nsampingmu, bukannya hanya memikirkan tugas2ku, sungguh aegi…aku berani bersumpah, serapat apapun aku menutup pintu kamarku, aku tidak pernah berkhianat di belakangmu, sedikitpun aku tidak pernah menyentuh mereka, yang ada di otakku hanya kau gun sung, sungguh…”

“lalu apa yang kau lakukan di dalam sana bersama mereka hah?kau mau bilang kalian hanya duduk diam dan mengerjakan tugas?begitu??!!”

“iya!!aku memang ingin mengatakan itu, aku memang hanya duduk diam dan mengerjakan tugasku!!”. ucapnya seraya sedikit melonggarkan pelukannya padaku dan menjauhkan tubuhnya dariku, memberi sedikit celah di antara kami.”mungkin dulu aku bukanlah namja baik2 yang suka mempermainkan setiap yeoja yang kukencani, namun semenjak aku mengatakan seluruh perasaanku kepadamu, aku berani bersumpah, bahwa hanya kaulah satu2nya yeoja yang ada di hatiku untuk sekarang dan selamanya”

“gojitmal!!”

“aku bersumpah atas nama tuhan gun sung!!”

“kalau begitu buktikan!!”

“apa yang kau inginkan dariku agar kau percaya dengan semua kata2ku?”

aku diam sejenak. kutelan ludahku sendiri dengan susah payah, sampai akhirnya aku berkata “Sentuh aku!!”

“MWO??!!”

sontak geonil terdiam. dia menatap lurus kedua bola mataku.ekspresi wajahnya benar2 sulit kutebak. antar bingung bercampur rasa tidak percaya.

“a…aegi…”

“kau takut?”

“bukan begitu, tapi…”

“atau kau jijik?”

“gun sung!!”

“cih!!sudah kuduga kau tidak akan bisa membuktikan perkata…”

kuhentikn semua kata2ku. aku tidak bisa menggerakkan matakau bahkan hanya untuk sekedar berkedip. nafasku seolah berhenti saat kurasakan geonil mengecup bibirku tanpa memeberiku celah untuk menyelesaikan semua perkataanku. aku benar2 tidak percaya dengan apa yang dia lakukan. ini pertama kalinya dia berani menciumku seperti ini.

kututup kedua mataku saat dia mulai melumat bibirku dengan pelan dan lembut. merasakan sentuhan bibir tipisnya yang terasa hangat, lembut, basah dan lembab.

kuraba tengkuknya dan sedikit kutekan kepalanya saat kurasakan dia mulai menghisap bibir bawahku.

setelah hampir 2 menit berlalu, geonil menjauhkan tubuhnya dariku. dia memberi jarak di antara wajah kami. aku terengah, berusaha mengatur nafasku yang memburu, begitu pula dengannya.

“apa ini cukup?”. tanyanya lirih.

“ini ciuman pertamamu?”. tanyaku padanya. namun tanggapannya benar2 mengecewakanku. dia menunduk pelan lalu menggeleng.

kukatupkan bibirku. berusaha menyembunyikan rasa kecewaku darinya.”kau pernah bercinta dengan dengan kekasih2mu dulu?”

kali ini aku mengulas senyum tipis saat dia menggeleng.namun aku mengerutkan keningku saat dia mengatakan sesuatu yang benar2 mengejutkanku.

“hampir”.ucapnya

“a…apa?”

kuturunkan tanganku yang semenjak tadi masih berada di tengkuknya. kusipitkan mataku. berusaha mencerna kata2 “hampir” yang baru saja terucap dari bibirnya. seolah mengerti bahwa aku belum mengerti maksud perkataannya, maka geonil melanjutkan perkataannya.

“aku mabuk… malam itu aku pergi ke club dengan hyorin, dan aku hampir saja menidurinya, kalau saja malam itu aku tidak muntah di baju hyorin, mungkin sekarang dia sudah menuntutku untuk bertanggung jawab kepadanya…

“oppa…”

“maafkan aku gun sung…malam itu aku benar2 tidak sadar…bahkan aku juga tidak tahu jika malam itu hyorin membawaku pulang ke rumahnya…tapi sungguh, aku tidak pernah melakukannya gun sung..”

kutelan ludahku saat mendengar pengakuannya. aku benar2 tidak menyangka bahwa hari ini aku akan mendengarkan hal yang seperti ini. rasanya sakit. mata dan hatiku rasanya benar2 sangat panas.rasanya aku ingin menagis dengan kerasa dan meneriakinya, namun aku menahannya.

“gun sung…”

“kalau begitu bisakah aku menjadi yang pertama?”

kali ini geonil yang mengernyitkan dahinya.

“a…apa maksudmu?”

“Aku ingin bercinta denganmu!!”

To be continue…

adakah yang menunggu next partnya?
kalau masih ada yang menunggu maka akan segera aku posting..
kalau enggak?
ya biarin aja terbengkalai sebagai pemenuh blog…
wkwkwkw…
leave like and comment ya…^___^
gomawoyo….

I HATE SILENT READER!!!!!

By : KenAsuka MilkyWay

37 thoughts on “Pure Love (Chapter.1)

  1. eonniiii >.< kenapa baru diposting sekarang part 1nya? aku nunggunya lama eonn -___-
    tapi kagak papa deh, part 1 nya 'memuaskan' *eh? konfliknya ngena banget, aku suka..
    part 2 nya cepetan ya eonn^^v

    • hihi..maap lama, ini juga menyempatkan saeng…
      sibuk sama kerjaan..T__T
      saya usahakan secepatnya untuk part 2nya..
      semoga masih ada yang mau baca ya…
      gomawoyo komennya..^~^

  2. Hueee ternyata komen aku ga msk.
    baca ulang lg deh kekeke.
    itu gunsung dr kecil emang dah diangkat anak ya ma kel geonil, 1 lgi mereka tinggal 1 rumah tnpa ortunya gtu? Tanpa ikatan perkawinan?

    • yup!!^~^
      gun sung d angkat anak oleh ortux geonil sjak usia 4 thun..*klo g slah sjak umur 4 thun* #plak
      trs mrk tnggal berbanyak,breng bapak emak,dan pembantu mrk…
      tpi ortux sring klwr kota,bhkan klwr negri,mrk sbuk ngrusin krjaan,ampe dlu mrk g sdar kl ank2 mrk sling jtuh cnta..

  3. Goenil and Gun Sung itu saudara angkat ya, pasti Gunsung kaget banget td Goenil bilang dia hanya adiknya kepada Hyorin. Padahal Gunsung cinta banget dgn Goenil. So sad Gun Sung hrs lumpuh krn kecelakaan yg dialaminya. Kira2 berani tdk ya Goenil bilang ke orang tuanya untuk menikahi Gun Sung, kan kasihan nanti tanggapan org tentang mereka yg tinggal satu rumah tanpa ikatan pernikahan meskipun mereka berdua adalah saudara angkat.. Penasaran dgn kisah selanjutnya. Good story author. Thanks

    • hehe…thank u so much for your comment..^~^
      ortux udh thu kok,tpi ortux msih nentang…
      tpi wlaupun d tentang,ortux g gtu aja lepas gun sung sbgai ank angkatx…
      dan untuk crita slengkapx……..hehe…tnggu part slanjutx aja #dor

      • author blh kah minta password pure love part 2 nya, aku br buka ternyata di protect ya.. Trmksh

  4. mian author saya numpang baca. lagi pengen baca ff bercast 2nd twins saya u.u

    ck geonil jahat!! batin banget itu jadi gun sung. untung saya sama sungje #abaikan

    kira-kira G hyung *transgender bentar* mau ga nyentuh gun sung? kuharap mau :p

    lanjut ya author please?? haha……

    oh ya, salam kenal ya! hehe 😀

  5. baru baca ff ini….
    Seru banget cerita na… Sedih dan menyentuh bgt…..
    Terharu bikin na….
    Kereeenn dech pkk na thor cerita na…….

    • Author goenildetry aku br mention ke twitter nya maaf baru lihat wp nya jadi br th kalau sdh dibalas, ditunggu password nya.. Trmksh

      • Username twitter aku inggarQuinny, aku sdh follow admin terus sdh mention juga.. Apa aku ulang lagi ya.. Padahal ke posting wkt itu di timeline aku.. Tks

      • Author goenildetry aku br saja kirim ulang permintaan passwordnya dan sdh balas tweet nya author.. Smg kali ini ada di timeline nya author.. Thanks

  6. aaaa aku gak tau kudu ngomen apa eonn.. aku suka bgt. sumpah bagus bgt ff nya haha.
    slnjutnya aku like aj gpp kan ya eonn. soalny aku suka bngung mau ngomen apa klau ff nya seru gini hehe

  7. Mian,br smpt mampir lg.
    Untk story udh tdk diragukan lg.Penyampaiannya,alurnya,konfliknya bagus.
    Untk koreksi dkt dipenulisan nama dan awal kalimat,gunakan huruf kapital.
    Overal OK…..^^

What Do You Think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s